Polres Lampung Barat Menggelar Deklarasi Damai Pilpres dan Pileg Tahun 2019

oleh -328 views

Lampung barat,FokusKriminal.com-Polres Lampung Barat menggelar deklarasi damai Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2019, di Pantai Labuhan Jukung Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat pada Rabu (30/1/2019).
Deklarasi damai tersebut dihadiri langsung Kapolres Lampung barat, AKBP. Doni Wahyudi.S.Ik. Bupati Pesisir barat Agus Istiqlal, Para Kabag, Kasat, perwira Polres dan Kapolsek Pesisir Tengah Kompol Daut serta forkopimda Pesisir barat-Lambar, para perwakilan partai politik peserta pemilu, dan berbagai organisasi dan tokoh masyarakat di Pesisir barat.

Dalam sambutannya Kapolres Lambar, AKBP. Doni WahyudiS.Ik. mengajak masyarakat untuk berperan aktif jelang pelaksanaan hajat lima tahunan itu, demi tercapainya kondisi yang kondusif dan damai,karna
perbedaan adalah anugerah, justru dengan perbedaan harus menjadi pemersatu,
Kapolres juga mengimbau masyarakat harus bijak menggunakan dan mengikuti perkembangan informasi melalui Media Sosial (Medsos). 

Loading…

“Saat ini melalui medsos semua informasi bisa diakses lebih cepat. Karenanya masyarakat jangan mudah terhasut informasi yang belum tentu kebenarannya atau berita hoax,” tegas kapolres,
sementara Bupati Agus Istiqlal dalam sambutannya juga mengajak masyarakat Pesibar untuk melaksanakan Pilpres dan Pileg tahun ini dengan diiringi suasana demokrasi yang aman, damai, dan sejuk. 
“Bukan tidak mungkin Pesibar menjadi contoh diseluruh kabupaten di nusantara ini, apalagi Pesibar adalah Bumi Para Sai Batin dan Ulama,” ungkap Bupati Agus Istiqlal,
dalam pelaksanaan pilpres dan pileg mendatang, pihaknya memastikan tidak ada tekanan terhadap seluruh kalangan masyarakat,
“Kelangsungan pilpres dan pileg di Pesibar, harus berlangsung secara Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia

Bupati juga mengajak dari semua elemen masyarakat agar dapat menunjukkan kedewasaan berpolitik maupun berdemokrasi, serta terus menjaga angan sampai pemilu dijadikan ajang pemecah belah anak bangsa, dengan kampanye yang saling fitnah, menebar berita bohong dan hasutan-hasutan dengan penuh kebencian,” Pungkas Bupati.

Laporan : (Komar)