Tiga Cukong Timah Pora-porandakan Hutan Lindung Merapin Lubuk Besar

oleh -194 views

Bangka Tengah, Fokuskriminal.com – Tambang Timah Illegal milik 3 (tiga) Cukong, Pora porandakan Kawasan Hutan Lindung (HL) dan Reklamasi eks Tambang PT.Koba Tin di Merapin Desa Lubuk Besar Kecamatan Lubuk Besar Bangka Tengah (Bateng).

Ketiga cukong tersebut di duga bernama Ahian Warga Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat (Babar), Aon warga Sungailiat Kabupaten Bangka dan Yoi penambang besar asal Lubuk Besar Bateng.

Loading...

Dalam mencari biji timah, Ketiga Cukong ini menggunakan alat berat berupa Exavator atau PC yang jumlahnya puluhan unit. Puluhan PC tersebut mengeruk bumi hingga kedalaman puluhan meter, reklamasi pohon akasia serta kayu gelam habis di babat.

Di lokasi bertemu dengan salah satu pekerja, ia mengaku tidak tahu menahu karena hanya sebagai pekerja.

“Saya hanya bekerja baru dua hari, tidak tahu punya siapa bosnya,” katanya sabtu (15/6).

Pekerja lainnya yang namanya kami rahasiakan mengatakan Pemilik tambang yang ada di lokasi ini bernama Ahian warga Muntok, Aon warga Sungailiat dan Yoy warga Lubuk Besar.

“Yang paling besar menggunakan mesin Puso itu punya Yoy. Sementara Aon dan Ahian menggunakan mesin besar,” katanya.

Kepala Dusun (Kadus) Lubuk Laut, Bayu mengaku pihaknya tidak pernah mengizinkan kegiata tersebut. Namun, ia mengetahui bahwa penambang di Merapin kebanyakan orang luar Bateng.

“Setau saya bos dari Belinyu sungailiat, muntok dan ada dari setempat,” katanya.

Bayu merasa geram atas ulah mereka semena-mena, tidak ada etika menghargai aparat Desa setempat.

“Saya tidak pernah komunikasi dengan mereka, saya saja sudah geram. Itu semua wilayah HL dan reklamasi eks Tambang PT.Koba Tin,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Bateng AKBP Edison LB Sitanggang yang katanya berhasil menertibkan area eks tambang PT.Koba tin di Merbuk, kenari dan punggul di Kecamatan Koba serta Kuruk-kuruk di Desa Lubuk Besar. Tetapi, Wilayah Merapin pora poranda tak terlihat upaya penertibannya.

Saat di konfirmasi melalui pesan WhatssApp (WA), malah ngeblock WA wartawan yang hendak konfirmasi.(AN)