Pelajar Asal Barito Utara Diperiksa Polres Barut Lantaran Mengupload Palu Arit di Instagram

oleh -754 views

Barito Utara, FokusKriminal.com – Polisi Resort Barito Utara (Polres Barut) memanggil seorang pria inisial ES (16) untuk diperiksa dihadapan polisi terkait unggahan lambang Palu Arit di Instagram miliknya, Sabtu (22/06).

ES ternyata masih berstatus pelajar di salah satu SMA Kelas II MIA di Muara Teweh dan merupakan warga Jl. Langsat Gg. SDN 4 Lanjas Kelurahan Lanjas, Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Loading...

Bermula dari ES mengunggah konten video yang dia buat di instagram dengan akun “Blmbae” dengan memasukan lambang palu arit dan membuat edit foto teman-temannya dengan latar belakang bergambar Palu Arit pada hari Jumat 21 Juni 2019.

Sebelum mengunggah video tersebut di instagram, ES terlebih dahulu mengedit video tersebut menggunakan Handphone merk Oppo F3 dengan aplikasi Kinemaster dan mendapatkan logo PKI dengan melakukan pencarian di google image dengan kata kunci “Foto Bendera China”.

Pelajar ES diperiksa Polres Barito Utara

Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar, SIK mengatakan berdasarkankan keterangan ES, bahwa dirinya melakukan hal tersebut hanya sekedar hobby editing.

Dan yang bersangkutan mangakui melakukan hal itu hanya untuk sekedar lucu-lucuan bersama teman sekelasnya saja, serta tidak menyebar luaskan video tersebut selain mengupload ke media instagram miliknya.

Masih kata Kapolres, ES idak ada niat melawan hukum untuk melakukan perbuatan pidana dan pelaku masih di bawah umur sehingga dibuatkan surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi.

“Saat membuat surat pernyataan yang disaksikan oleh orang tua dan guru sekolah ES, pernyataan ini dimaksudkan memberi efek jera kepada siswa lain terhadap kegiatan yang dapat berakibat hukum,” tutup Kapolres.

Untuk diketahui, lambang Palu Arit merupakan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai mana di maksud pasal 107 (a) UU RI No 27 Tahun 1999 tentang Perubahan KUHPidana yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan Negara.

Kemudian, barang siapa yang secara melawan hukum di muka umum dengan lisan, tulisan dan atau melalui media apapun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme, Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk dan perwujudan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.

(Adi Emca/RN)