Berbekal Chatting Dengan Pimred ,Seorang Wartawan Bertindak Diluar Aturan.

oleh -

Limapuluh kota, fokuskriminal.com.-Terkuak ! Modus F berbekal Chat WA dengan ” Pimred-nya ” untuk menakut nakuti Nara sumber akan di beritakan miring ? Anehnya Nama F pun tidak tercantum didalam Box Redaksi.

Dalam melakukan Konfirmasi kepada Narasumber seorang Jurnalis biasanya sudah memiliki aturan baku yang berorientasi kepada 5W1H sesuai dengan Kaidah kaidah Jurnalistik, sehingga Laporan kepada pembaca menjadi sebuah Karya Jurnalistik yang akurat dan berimbang.

Merujuk kepada UU, Pers menjadi salah satu dari 4 pilar kebangsaan yang turut dan punya tanggung jawab moral yang besar untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, baik melalui tulisan, video ataupun gambar – gambar.

UKW ( Ujian Kompetensi Wartawan ) ” Hanyalah ” salah satu Ajang pendidikan bagi seorang Jurnalis untuk mendapatkan ilmu menulis dengan kaidah kaidah yang benar.Tapi UKW Juga bukan menjadi Syarat wajib bagi seorang Jurnalis untuk ikut berkecimpung di dalam dunia Pers, banyak juga Jurnalis jurnalis hebat yang menjadi besar dengan belajar secara otodidak.

Dengan Tanggung Jawab besar dalam misi mengemban tugas yang mulia, Idealisme menjadi syarat yang harus dimiliki oleh seorang Jurnalis, bukan malah ” Out of the Box ” seperti yang di lakukan oleh seorang Jurnalis muda yang baru lulus secara Kompeten dari Dewan Pers dan Tribun ( Tribunsumbar.com ?.red ).

Kalau lah benar yang dimaksud portal www.Tribunsumbar.com maka hal ini pun menjadi aneh, karena sampai saat berita ini diterbitkan bahwa Nama F tidak tercantum didalam Box Redaksi www.Tribunsumbar.com.

Terungkap dalam chat dengan seorang Narasumber , F bukannya mencari informasi yang benar untuk melengkapi tulisannya. F malah membahas hal yang bernada ” mengancam ” akan diberitakan dengan Narasumber, malah salah seorang Anggota EO Madani dibentak bentak oleh F karena menolak untuk memberikan Pariwara : ” Kami sudah kasih tau tidak ada Pariwara, hanya publikasi melalui media online dan cetak, tapi F berkata kata yang membuat saya menangis ” pungkasnya.

Selanjutnya F mengirim screenshoot Chat WA dengan Pimred-nya dengan modus meminta minta Pariwara/Iklan kepada EO ( Event Organizer ), kalau tak di kasih oleh EO maka F akan membuat berita miring yang menyentil dari Angle ( sudut ) berita yang di dramatisir seakan Penetapan Publikasi Melalui 10 Media Online Yang lain Melabrak UU pers, padahal penetapan publikasi oleh media dalam sebuah Event tidak diatur didalam UU pers.

Jurnalis muda ( F ) yang ” lulus kompeten ” jebolan UKW Dewan Pers ( Pengakuannya.red ) kembali terkuak dari Chat WA nya ketika meminta konfirmasi kepada Narasumber yang lain. Modus Operandi berbalut ” sandiwara ” berbalas chat dengan Pimred-nya kembali menjadi senjata andalan F untuk menakut nakuti bahwa akan di beritakan miring kalau tidak di fasilitasi Permintaan Pariwara yang bertujuan UUD ( Ujung ujungnya Duit ). Narasumber ini minta namanya tidak disebutkan.

Ketua FPII Sumatera Barat dalam keterangannya menyatakan bahwa sangat menyayangkan kejadian tersebut : ” Tidak diperbolehkan kita mencari dan mendapatkan informasi dari Narasumber dengan modus modus Pariwara dengan ancaman berita miring ” tegas Riki Hidayat kepada Awak media, Senin 01 November 2021. (Team)

No More Posts Available.

No more pages to load.