Jalan Menujuh Desa Sungai (DAS) Peureulak Amblas,Warga Mohon Pemerintah Segera Atasi

 

Peureulak( Aceh) fokuskriminal.Com.03/23
Jalan Desa di Daerah Aliran Sungai (DAS) penghubung beberapa Gampong, (desa, red) mulai amblas ke sungai akibat erosi karena tingginya curah hujan di penghujung tahun 2022 lalu, menyebabkan debit air sungai meningkat dan juga terjadinya banjir beberapa kali.

Akibat kondisi tersebut, menyebabkan jalan yang berada dipinggiran DAS semakin memprihatinkan kondisinya, karena sebagian badan jalan mulai amblas ke sungai.

Menyikapi persoalan ini Camat Kecamatan Peureulak Nasri, SE, MSM, bersama Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Gampong (Kasie PMG) H. Chan meninjau langsung jalan yang amblas tersebut, Selasa (3/1/2022).

” Nasri mengatakan, saat dikonfirmasi oleh awak media “melalui Geuchik (kepala Desa, red) masyarakat pernah menyampaikan bahwa di desa Cek Mbun jalan penghubung beberapa Gampong mulai amblas ke sungai akibat erosi, apalagi saat hujan deras dan menyebabkan banjir, masyarakat selalu merasa was-was, ujar Nasri. Disaat melintas dijalan tersebut”

” Selain itu, amblasnya badan jalan juga akibat dihantam erosi air sungai secara terus menerus, sehingga menyebabkan terganggunya arus lalulintas transportasi darat di daerah tersebut.

” Lanjutnya, selain badan jalan yang amblas, salah satu jembatan penghubung desa Cek Mbun juga mengalami amblas pondasi dasarnya, sehingga menyebabkan badan jembatan menjadi turun sebelah, dan menjadi sangat sulit untuk dilalui.

Camat berjanji akan meneruskan laporannya ke dinas terkait, agar persoalan amblasnya jalan dan jembatan ini menjadi perhatian semua pihak. ” Semoga persoalan amblasnya badan jalan dan jembatan di Cek Mbon ini mendapat respon cepat dari pihak terkait, karena ini menyangkut kepentingan umum,” ujar Nasri.

” Geuchik (kepala desa, red) Cek Mbun Tgk. M. Jamil di sekitar lokasi amblasnya badan jalan mewakili masyarakat mengatakan, warga di daerahnya sangat resah dan khawatir, akibat erosi akan memutuskan jalan tersebut.

Artinya, masyarakat setempat sangat berharap, erosi tersebut segera diatasi, sebab, jika hujan kembali mengguyur, dikhawatirkan erosi semakin meluas, terutama warga yang rumahnya berada dekat dengan lokasi.

Disebutkan, bahwa kikisan tersebut terjadi pada saat musim banjir dan hujan deras, dan kondisi tersebut sebagai salah satu pemicu terjadinya pengikisan tebing sungai yang kian mengkhawatirkan.

“Kita berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah, supaya pengkisan tidak meluas, karena sudah mengancam badan jalan,” pungkas Tgk. M. Jamil, didepan awak media agar pemerintah segera atasi masalah ini,”

( Wan Atjeh)
Kaperwil Aceh

Related posts