Jakarta,fokuskriminal.comawak media meliput giat pengukuhan pengurus Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) 2023 – 2026 dan sekaligus adakan pagelaran seni dan Budaya Maluku Utara,yang bertempat
DiGedung PatraJasa Office Tower,Yudistira Grand Ballroom jln Jend.Gatot Subroto Kav 32 – 34, pukul 10.00wib sabtu,22 juli 2023
Hadir diantaranya Ketua Harian HIKMU Donny Gahral Adian Sjah Kamarullah beserta para pengurus HIKMU terpilih,juga Bapak Menteri Pariwisata,Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif (MENPAREKRAF), “Sandiaga Uno bersama para pejabat Tinggi dari Maluku Utara serta Tokoh Adat Maluku Utara
Dalam penyampaian ketua Harian HIKMU Donny mengatakan,bahwa Maluku Utara bukan sekadar satu provinsi di Indonesia Timur dengan segenap data demografi dan geografi.
Menurut dia, Maluku Utara adalah sejarah perjuangan konfederasi empat kesultanan (tidore, ternate, jailolo dan bacan) yang disebut sebagai Moloku Kie Raha
Empat kesultanan berjuang mati-matian mempertahankan setiap jengkal laut dan daratan dari invasi kolonialisme Eropa.
Prinsip yang dipegang teguh: seluruh kekayaan alam di Maluku Utara adalah hak seluruh masyarakat Maluku Utara tanpa terkecuali,” kata Donny
Donny menuturkan, saat republik baru Bernama Indonesia Raya diproklamirkan, empat kesultanan dengan ikhlas menyerahkan kedaulatan tanpa pamrih,, termasuk seluruh kekayaan alam yang sudah dipertahankan dan dijaga selama ratusan tahun.
Mereka percaya Maluku Utara akan menjadi bagian dari kesejahteraan bersama bernama Indonesia Raya, Janji tersebut tertanam di sanubari setiap putera dan puteri Maluku Utara.
“Saat ini Maluku Utara disebut sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
Kekayaan alam yang berlimpah di darat dan laut menjadi primadona ekonomi yang memacu pertumbuhan Maluku Utara.
Namun, di sisi lain kesenjangan ekonomi masih cukup lebar, Masih banyak perkampungan Nelayan yang beralaskan tanah dan berdinding kayu.
Angka stunting masih cukup tinggi,” tutur Donny.
Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU), lanjut Donny, ingin mengingatkan janji historis bernama kemakmuran bersama. Sumbangsih Maluku Utara terhadap ekonomi nasional sepatutnya diganjar setimpal. Indonesia bukan cuma Jawa.
“Kami atas nama masyarat Maluku Utara meminta pemerintah memperhatikan Maluku Utara khususnya mereka yang masih papa dan lunta,” ujarnya.
Khusus bagi para calon pemimpin republik ini kami menitipkan pesan: “Maluku Utara jangan hanya dilihat sebagai statistik melainkan sejarah perjuangan kemakmuran bersama. ”Untuk itu, afirmasi politik dan ekonomi dibutuhkan demi kejayaan Maluku Utara.
Kami percaya masa depan Indonesia bukan di Barat melainkan di Timur, Semoga Allah SWT meridhoi ikhtiar kita semua memakmurkan Maluku Utara dan Indonesia Raya. Amin YRA,” tandasnya.
ZULFIKAR (FOKUSKRIMINAL.COM)





