Hadapi Serangan Peretas, Perusahaan Gunakan Agentic AI untuk Simulasi Ancaman Siber

10drama.com, JAKARTA — NVIDIAdan Trend, perusahaan yang berfokus pada keamanan siber, mendukung teknologi Digital Twin yang berbasiskecerdasan buatan(AI) Agen untuk memperkuat perlindungan di dunia digital.

Teknologi ini mampu meniru ancaman dunia nyata dalam siber untuk menghadapi peretas yang semakin inovatif dalam memanfaatkan AI.

Direktur Teknik Senior Agentic AI di NVIDIA, Bartley Richardson, menyampaikan bahwa dalam lanskap keamanan siber yang terus berkembang pesat saat ini, khususnya di era AI.

“Organisasi membutuhkan solusi yang proaktif dan mampu menghadapi serta mencegah ancaman potensial sebelum terjadi,” ujar Bartley dilaporkan pada Sabtu (9/8/2025).

Ia menjelaskan bahwa dengan dukungan layanan mikro NVIDIA NIM, NVIDIA bersama perusahaan keamanan siber, Trend, menghadirkan teknologi keamanan siber berbasis digital twin untuk memberikan perlindungan berbasis AI pada infrastruktur perusahaan.

Inti dari model ini adalah penerapan teknologi Digital Twin yang dikombinasikan dengan agentic AI dari Trend.

Dengan simulasi yang sangat akurat dan selalu diperbaharui pada infrastruktur organisasi, Trend memungkinkan tim keamanan untuk memvisualisasikan ancaman, menguji berbagai skenario secara aman, serta membuat keputusan berbasis data dengan cepat guna meningkatkan ketahanan dan mengurangi gangguan bisnis.

Perpindahan dari penilaian berkala menuju simulasi cerdas yang berkelanjutan menunjukkan perubahan besar dalam keamanan siber yang bersifat proaktif.

Perusahaan kini mampu mengambil langkah lebih cepat dibanding para peretas, memperkuat lingkungan digital mereka, serta menjaga operasi kritis dari lingkungan ancaman yang terus berkembang.

Perkembangan teknologi telah mengubah cara pengamanan dari yang bersifat tetap dan tanggap menjadi lebih fleksibel serta proaktif, memberikan peningkatan signifikan dalam berbagai situasi penting.

Wakil Presiden Eksekutif Grup, Keamanan dan Kepercayaan IDC Frank Dickson menyatakan bahwa seiring berpindahnya ancaman siber ke infrastruktur TI, keamanan yang proaktif menjadi sangat penting.

Ia menyatakan terkadang, ketika perusahaan berusaha memperkuat keamanan, pengujian jaringan produksi justru mengakibatkan gangguan layanan, sehingga sulit untuk mengungkap kelemahan atau celah yang ada serta menguji langkah-langkah perlindungan.

“Siklus serangan simulasi dan pengujian pertahanan menjadi alat yang bernilai untuk memastikan organisasi tetap unggul dalam menghadapi ancaman siber, sambil memperhatikan kelemahan di berbagai lingkungan operasional,” ujar Frank.

Sebelumnya, dilaporkan oleh TechRadar, ilmuwan keamanan sekaligus Manajer Program Bug Bounty GenAI di Mozilla, Marco Figueroa, menemukan “prompt injection”, yaitu metode peretasan dengan menyisipkan instruksi tersembunyi ke dalam konten email.

Perintah ini disembunyikan dengan menggunakan HTML dan CSS, misalnya dengan mengatur ukuran font menjadi nol atau mengganti warnanya menjadi putih agar tidak terlihat oleh pengguna, namun masih dapat dibaca oleh sistem Gemini AI.

Peretas menggunakan Gemini AI bisa menampilkan pesan palsu kepada korbannya. Pelaku akan mengirimkan pesan yang menyatakan bahwa akun korban telah diretas dan meminta pengguna untuk menghubungi nomor tertentu yang ternyata dimiliki oleh penipu.

Di sisi lain, Laporan Kaspersky menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi menimbulkan ancaman siber yang lebih besar bagi sektor konstruksi dan manufaktur di Asia Tenggara.

Data terbaru Kaspersky menunjukkan kenaikan persentase objek berbahaya yang dihentikan di komputer ICS pada sektor konstruksi dan manufaktur di kuartal pertama tahun 2025 untuk wilayah Asia Tenggara.

Bandingan dengan rata-rata dunia, persentase komputer ICS yang mengalami pemblokiran objek berbahaya di kawasan Asia Tenggara lebih besar.

Tingkat persentase di sektor konstruksi tercatat 1,5 kali lebih besar. Diikuti oleh manufaktur dengan kenaikan 1,3 kali, serta otomatisasi bangunan, listrik, dan teknik serta integrator ICS yang mengalami peningkatan sebesar 1,2 kali.

Related posts