Dari keterangan Munawar salah satu Panitia Pilkades Serentak di Desa Banasare pada media ini, dalam kegiatan tersebut istilah ‘pesta rakyat’ benar-benar dirasakan. Nuansa kekeluargaan, persaudaraan sangat kental terasa dan lebih tepat disebut sebagai tasyakuran daripada kegiatan Pilkades.
“Pelaksanaan Pilkades Banasare bisa dipastikan berbeda dengan daerah lain, kegiatan disini lebih mirip seperti tasyakuran,” ujarnya.

Munawar menjelaskan, berlokasi di Lapangan Sepak Bola Banasare, dibangun tiga tenda ukuran besar, yang masing-masing berfungsi sebagai Tempat Pemilihan Suara (TPS) bagi 2480 warga pemilik hak suara, tempat tasyakuran atau hidangan bagi masyarakat Banasare dan sekitarnya, dan yang terakhir sebagai dapur dan tempat peralatan.
“Lapangan sepak bola Banasare disulap menjadi lokasi Pilkades yang meriah. Dibangun 3 tenda ukuran besar guna menampung aktivitas Pilkades dan tasyakuran,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu pula, H. Sarbini Mannan, Cakades Banasare periode 2019-2025 mengungkapkan, pihaknya sengaja menggelar tasyakuran sebagai wujud terima kasihnya pada masyarakat yang masih mempercayakan pada dirinya untuk mengepalai Desa Banasare periode selanjutnya.
“Tasyakuran ini merupakan bentuk saling berbagi pada masyarakat, serta ungkapan terima kasih saya beserta keluarga atas kepercayaan masyarakat pada kami,” pungkas H. Sarbini singkat. (Ami / Riel).





