Hewan amphibian merupakan salah satu kelompok hewan bertulang belakang yang terkenal karena kemampuannya untuk hidup di dua lingkungan, yaitu air dan darat. Kata amphibian berasal dari bahasa Yunani “amphibios” yang artinya “kehidupan ganda”.
Karena hidup di dua dunia, hewan amfibi biasanya lebih suka lingkungan yang basah, seperti daerah persawahan atau hutan hujan tropis. Ciri khas dari amfibi adalah kulit mereka yang tipis, lembut, dan memiliki pori-pori. Lalu, hewan apa saja yang termasuk dalam kategori amfibi? Berikut contohnya di bawah ini!
1. Anura (Kodok atau katak), hewan amfibi yang dapat ditemukan di berbagai belahan dunia
Anura merupakan ordo amfibi yang mencakup berbagai jenis kodok dan katak, terdiri dari sekitar 55 keluarga dengan total 6.455 spesies di seluruh dunia. Di Indonesia, terdapat 351 spesies katak dan kodok. Meskipun sering dikacaukan, kodok dan katak sebenarnya memiliki perbedaan pada kulitnya.
Kulit kodok biasanya lebih kering dan berbintil, sedangkan kulit katak lebih lembut dan basah. Kodok dan katak meletakkan telur di dalam air, yang kemudian menetas menjadi larva dan mengalami metamorfosis menjadi bentuk dewasa.
2. Salamander, hewan amfibi yang terkadang dianggap sebagai ular kecil
Salamander adalah hewan yang memiliki ekor panjang dan sering disalahpahami sebagai kadal. Hewan ini bisa ditemukan di berbagai jenis lingkungan, mulai dari air hingga hutan yang lembap. Meskipun mampu hidup di dua alam, salamander tidak dapat bertahan di darat dalam waktu yang lama karena kulitnya yang halus dan berpori.
3. Sesilia, cacing besar yang bentuknya mirip dengan ular
Sesilia merupakan salah satu kelompok utama amfibi di dunia selain anura dan caudata. Data mengenai hewan ini terbatas karena mereka cenderung menghabiskan sebagian besar waktu bersembunyi di bawah air atau tanah. Bentuk tubuh dan cara bergerak sesilia mirip dengan ular dan cacing yang memiliki tentakel khas.
4. Axolotl yang dikenal sebagai ikan berjalan Meksiko
Axolotl adalah hewan amfibi yang hanya ditemukan di perairan sekitar Meksiko dan sering disebut sebagai “Ikan Berjalan Meksiko”. Berbeda dengan amfibi lainnya, axolotl tetap mempertahankan ciri-ciri tahap larva hingga dewasa secara reproduksi. Karena itu, mereka memiliki insang berbulu di sisi kiri dan kanan kepalanya. Selain itu, mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk meregenerasi bagian tubuh yang hilang atau rusak.
5. Anjing air sungai Neuse (Necturus lewisi) yang hanya ditemukan di North Carolina, Amerika Serikat
Salamander Neuse River atau Ecturus lewisi merupakan salah satu jenis salamander. Mereka hanya dapat ditemukan di sungai Neuse dan Tar di North Carolina, Amerika Serikat. Bentuk tubuhnya seperti silinder, dengan bagian punggung berwarna coklat yang dipenuhi bintik-bintik bulat. Pada musim dingin, mereka lebih aktif dibandingkan musim panas.
6. Katak berduri Suriname (Ceratophrys cornuta)
Katak bertanduk Surinam dikenal dengan nama katak bertanduk Amazon yang bisa mencapai ukuran hingga 20 sentimeter atau 7,9 inci. Mulut besar mereka memungkinkan mereka untuk menangkap katak lain, ikan, kadal, dan tikus. Tanduk di atas mata mereka membantu mereka bersembunyi di antara daun-daunan.
7. Olm (Proteus anguinus)
Olm (Proteus anguinus) adalah salamander gua yang luar biasa dan mampu bertahan hidup selama kurang lebih 100 tahun. Mereka telah beradaptasi untuk tinggal di gua-gua gelap dan lembap yang terdapat di tengah dan timur Eropa. Ciri khasnya meliputi tubuh yang ramping dengan warna putih atau merah muda, insang eksternal berwarna merah, serta mata yang tidak berfungsi karena hidup dalam lingkungan yang sangat gelap.
Seperti hewan reptil, hewan amfibi juga memiliki tubuh yang dingin. Mereka tidak mampu mengatur suhu tubuh mereka, sehingga sering melakukan tidur musim dingin saat musim kemarau. Mereka juga memiliki kulit khusus, yang membuatnya tidak bisa tinggal terlalu lama di darat. Hewan amfibi apa saja yang pernah kita temui?
10 Makhluk Hidup yang Bersembunyi di Bawah Batu, Mulai dari Amfibi Hingga Serangga 5 Spesies Amfibi yang Menghadapi Bahaya Kepunahan karena Perubahan Iklim











