
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) disebut sedang mempersiapkan diri menghadapi momen penting sepanjang keberadaannya di industri otomotif di Tanah Air. Produsen tersebut mengungkapkan perjalanan menuju ekspor sebanyak 3 juta unit.
Ditemui saat berlangsungnya perayaan produksi 9 juta kendaraan Daihatsu, Direktur Utama PT TMMIN Nandi Julyanto menyatakan pencapaian ini diharapkan dapat tercapai dalam waktu dekat. Mereka menargetkan pada bulan mendatang.
“Kira-kira nanti akan diadakan seremoni untuk 3 juta unit ekspor pada Oktober 2025. Sebenarnya jika mencapai 3 juta unit mungkin akan tepat pada bulan September 2025,” ujar Nandi di Sunter, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.
Angka tersebut mencerminkan total sejak Toyota pertama kali mengirimkan unit utuh atau Completely Built Up (CBU) pada tahun 1987. Pada masa itu, Brunei Darussalam menjadi negara pertama yang menerima kendaraan melalui model Kijang.

“Benar, ini pertama kalinya produsen otomotif Indonesia mencapai ekspor sebanyak 3 juta unit,” tambah Nandi sambil menjelaskan bahwa prestasi ini menunjukkan posisi Toyota Indonesia sebagai pabrikan otomotif terbesar di dalam negeri.
Data terbaru yang diungkapkan beberapa waktu lalu, jumlah ekspor yang dilakukan Toyota Indonesia telah mencapai sekitar lebih dari 2,8 juta unit. Jika melihat kinerja tersebut, tidak sulit untuk mencapai 3 juta unit pada bulan depan.
Pada tahun 2004, TMMIN ditunjuk sebagai pusat produksi platform IMV untuk model Kijang Innova. Sejak saat itu, ekspor Toyota meningkat menjadi 7.000 unit per tahun. Selanjutnya, volume ekspor tahunan mencapai 100 ribu unit pada tahun 2012.
Seiring perkembangan yang pesat, berbagai model seperti Fortuner, Innova, Vios, hingga Yaris mulai muncul. Pada tahun 2016, rata-rata ekspor kendaraan utuh Toyota mencapai 12 ribu unit per bulan, dengan kontribusi sebesar 85 persen dari total ekspor mobil CBU dari Indonesia.

Pecah telur pada tahun 2018 ketika merek Jepang tersebut merayakan pencapaian sebanyak 1 juta unit ekspor dengan jumlah pengiriman model mencapai 200 ribu unit. Kini, komoditas produk CBU Toyota semakin beragam setelah mampu memproduksi kendaraan elektrifikasi secara lokal.
Kijang Innova Zenix dan Yaris Cross adalah kendaraan listrik yang diproduksi secara lokal dan telah mendapatkan sambutan positif di pasar ekspor sejak 2022, termasuk di Filipina, Thailand, Vietnam, Qatar, Arab Saudi, Peru, hingga Venezuela.
Tercatat peningkatan sebesar 111 persen pada tahun 2024 dengan total 18.553 unit, dibanding pengiriman ke luar negeri pada 2023 yang hanya mencapai 8.792 unit model elektrifikasi. Rinciannya adalah Innova Zenix Hybrid sebanyak 11.790 unit dan Yaris Cross Hybrid sejumlah 6.763 unit.
“Negara tujuan ekspor telah melebihi 80 negara. Jika mengenai hybrid, sebenarnya juga mengalami peningkatan, Filipina terus meningkat. Peningkatan ekspor hybrid kita justru lebih besar dibandingkan peningkatan hybrid dalam negeri,” kata Nandi saat diwawancarai dalam kesempatan terpisah.





