Bermodalkan Proposal, Oknum LSM Tipikor Resahkan Kepsek di Rohul

RIAU (FokusKriminal.com) – Sejumlah Kepala Sekolah di Kecamatan Rambah  Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, dalam beberapa pekan terakhir mulai diresahkan dengan ulah oknum yang mengatas namakan pengurus lembaga swadaya masyarakat (LSM). Oknum tersebut mendatangi kepala sekolah kemudian meminta uang paling sedikit Rp 500 000 ,- hingga Rp1000.000, hal ini di ungkapkan oleh salah seorang Kepala Sekolah SMPN kepada wartawan Fokuskriminal.com, Selasa (25/9) siang.

Oknum yang mengaku dari LSM Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) itu memang tidak melakukan pengancaman atau mengintimidasi saat meminta uang, akan tetapi, permintaan mereka setengah mendesak, bahkan oknum itu tidak mau beranjak sebelum diberikan uang sesuai permintaannya.

Seorang  Kepala SMPN di Kecamatan Rambah yang meminta  jati dirinya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa oknum LSM yang bikin resah itu, sengaja mendatangi seluruh sekolah di Kecamatan yang agak jauh dari kota,

“Sekolah kami tidak ada masalah, dan sudah dijelaskan kondisi sebenarnya, makanya oknum LSM itu tidak bisa mengungkit‎ persoalan tapi, herannya mereka tetap menyodorkan Proposal dan tak mau tahu, tetap saja minta uang. Kondisi ini bikin kami gerah sekaligus serba salah,” kata Kepsek itu.

Alasan oknum yang meminta uang itu biasanya untuk Perlengkapan alat kantornya kemudian uang transportasi atau keperluan yang harus dibeli di jalan, meski pihak sekolah sudah mencoba menolak dengan santun dan memberi dalih, sayangnya oknum itu seperti tak punya malu, bahkan mau menunggu lama lama di kantor hingga para guru risih dan ada juga seorang guru yang nyeletuk “Dah kita bantu ajalah, nanti takutnya kita di hipnotis,” ucap Kepsek menirukan anjuran para guru lainnya.

“Karena rasa kemanusiaan, maka kita kasihlah uang Rp 200.000 tapi mereka menolak, dengan perasaan kurang nyaman sayapun cari pinjaman buat mencukupi permintaan nya yakni Rp 500 000 ‘- seraya memberikan Kwitansi tanda terima,” tuturnya.

Hal inilah yang membuat Kepala Sekolah resah, jika pihak sekolah di jadkan ATM maka mereka mengaku tidak akan segan untuk melapor kepada polisi, namun sejumlah Kepsek saat di temui FokusKriminal.com mengatakan hingga saat ini masih menunggu kesadaran dari oknum LSM itu untuk berhenti mendatangi sekolah untuk meminta dana tersebut.

“Kami masih mengedepankan rasa kemanusiaan, untuk itu diharapkan oknum LSM yang tidak beretika itu tidak lagi berbuat seperti ini, kami pun mungkin akan berpikir lain jika persoalan ini terus terjadi,” kecamnya.

Terpisah Ketua Komite ‎SMPN 2 Rambah, Ismet Daulay mengatakan pihak sekolah harus melaporkan manakala ada oknum LSM yang memaksa, memeras. “Tentunya kita sangat mengharapkan peran serta dunia pendidikan sekolah untuk menghilangkan praktik yang tidak baik itu,” ujar mantan anggota DPRD Rohul Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ismet yang juga mantan Kades Rambah Tengah Hulu (RTH) – Pawan menambahkan akan melaporkan ke Tim Saber Pungli, jika ada pihak pihak yang mencoba mendapatkan keuntungan dari sekolah atau melakukan pungutan liar (Pungli) apalagi kalau sampai mengancam.

“Kalau oknum LSM sudah berani main ancam untuk mendapatkan keuntungan, maka kita tidak akan segan lagi untuk melaporkan kejadian itu pada pihak Sapu Bersih (Sabar) Pungli, agar oknum LSM itu bisa jera dengan perbuatannya,” tegas Ismet.

(Alfian Tob)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *