Penambangan Rakyat Di Pesisir Pantai Pasir Panjang Tidak Ada Campur Tangan Aparat Hukum

oleh -

BANGKA BARAT, (Fokuskriminal.com) –  Dilansir oleh wartawan yang tergabung dalam tim Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Bangka Belitung (Babel) terkait pemberitaan dimedia onlinenya diduga kegiatan tambang besar (TB) ilegal  dan ada sebanyak 8 unit alat berat jenis excavator (PC) yang beroperasi dikawasan Hutan Lindung (HL), wilayah Pantai Pasir Panjang Kemuja di desa Ketap, kecamatan Parittiga, Bangka Barat Kamis, (2/3/2020)

Pemberitaan tersebut menjadi perhatian warga setempat khususnya masyarakat penambang tradisional, dan dibantah oleh warga Desa Ketap dan para pekerja TI.

Kepada Pers, Ulik (37) dan Reno (35) warga Desa Ketap Kecamatan Parittiga menyampaikan apa yang diberitakan oleh wartawan Kejaksaan Babel tidak berimbang, terkesan membenturkan masyarakat penambang dengan aparat penegak hukum (APH).

Menurut mereka selama ini kegiatan penambangan timah dikawasan tersebut sudah lama berlangsung yang dikerjakan oleh masyarakat setempat dengan sistem penambangan tradisional seperti Ti Robin, dan Ti Rajuk.

“Sudah dari dulu kegiatan penambangan rakyat berlangsung didaerah ini, dan coba bapak lihat sendiri tidak ada delapan alat berat seperti yang diberitakan itu,” tegas Ulik saat bertemu dilokasi Pantai Pasir Panjang, Jum’at (3/3/2020).