Beredar di Medsos PTPN Minta Pesantren Habib Rizieq Dikosongkan.

oleh -

Jakarta Fokrim  – Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab angkat suara mengenai lahan polemik pondok Pesantren Alam Agrokultural Markas Syariah di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pernyataan ini disampaikan Habib Rizieq dalam pengajian di pondok pesantren tersebut pada awal November 2020 lalu sebelum masuk penjara.

Masalah tanah lahan pondok pesantren ini mencuat dari akun @FKadrun pagi ini, Rabu, 23 Desember 2020. Surat perihal somasi pertama dan terakhir tersebut berkop  PTPN  VIII dengan nomor SB / 11/6131 / XII / 2020 tertanggal 18 Desember 2020, PTPN VII Kebun Gunung Mas ditegaskan menjadi pengelola kawasan pesantren itu berada.

Dijelaskan surat itu, Pesantren Agrokultural yang diketahui jadi salah satu Markas Front Pembela Islam, pendiriannya pada 2013 tanpa mengantongi izin dan persetujuan dari PTPN VIII.

Artinya, pendiriannya memiliki status ilegal. Karena disebut tindak pidana penggelapan hal atas barang tidak bergerak dan larangan pemakaian tanah tanpa izin yang berhak atau kuasanya. Hal itu salah diatur dalam pasal 385 KUHP, Perpu No 51 Tahun 2960 dan pasal 480 KUHP.