Mahasiswi Inbound Unsam DiRawat DiRSUD Langsa Terserang DBD

Langsa aceh.fokuskrominal.com.22/22
Dua mahasiswi inbound yang sedang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Universitas Samudra (Unsam) diduga terserang penyakit Demam Berdarah Deungue (DBD).

Kepala Suku PMM, Wildan Mutasim Billah, menyebutkan kedua mahasiswi yang diduga positif DBD itu yakni Nurbaya, (19), warga Dusun Kaliba Barat dan Yuliana, (19), warga Desa Majapahit, Kecamatan Pakue Tengah, Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara, keduanya dari Universitas Cokroaminoto Palopo.

Selain itu, dua mahasiswi lagi yang masih gejala DBD yakni Zakiyah Hayati, (19), warga Jalan Dago Asri IV blok H No 7, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40135 dari
Universitas Islam Bandung dan Mala Khurotul Aini, (19), warga Jalan K.H. Agus Salim RT 36 RW 08, Sananrejo Turen Malang dari Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Malang.

Saat ini dikonfirmasi oleh awak media keempat mahasiswi itu sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa,” sebut Wildan kepada awak media yang dilansir oleh fokuskriminal.com.Kamis, 22 September 2022.pukul.06,00wib.

Ia menjelaskan, untuk Nurbaya dan Yuliana masuk ke rumah sakit sekitar Selasa, 20 September 2022. Sedangkan Zakiyah Hayati dan Mala Khurotul Aini, hari ini masuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut seorang mahasiswa saat dikonfirmasi“Kami tinggal di rumah kos Gampong Meurandeh, Kecamatan Langsa Lama, sejak 1 September 2022,” ungkap Wildan.kepada awak media,berawal kenak DBD tempat kami tinggal memang dikatakan rawan nyamuk maka dari rekan kami awalnya cuman deman panas tinggi suhu badannya kami langsung membawa Nurbaya dan yuliana ke RSUD langsa agar mendapat perwatan medis.

Sementara itu, Humas RSUD Langsa, Arwinsyah, menyatakan berdasarkan hasil laboratorium untuk pasien Nurbaya dan Yuliana trombisitnya rendah atau di bawah normal, sedangkan untuk dua mahasiswi lainnya belum keluar hasilnya.

“Apakah kedua mahasisiwi itu positif DBD, akan saya tanyakan terlebih dahulu kepada dokter yang merawatnya,” pungkasnya lebih lanjut lagi,”

( Wan atjeh)
Kaperwil Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.