Banda ( Aceh) fokuskriminal.Com.21/22
Satu peristiwa miris terjadi di Kantor Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Pusat, Banda Aceh, sekira pukul 14.30 WIB, Senin, 21 November 2022.
Beredar kabar, Ketua BRA Azhari Cage mendapat “bogem mentah” dari tiga pelaku. Diduga salah satunya Anwar Cage, Kepala Satuan Pelaksana (Satpel) BRA Kabupaten Aceh Utara.
Kepastian ini juga sesuai dengan rekaman pengakuan dari Anwar melalui media sosial, yang beredar luas melalui jejaring WhatsApp (WA).
“Ke hamok beh. Ka peugah bak Ketua BRA Provinsi si Cage. Kayu peugot laporan ke poh jih buno bak BRA provinsi (Saya yang pukul dia. Tolong sampaikan kepada Ketua BRA si Cage, suruh buat laporan),” begitu suara rekaman yang beredar.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana (Satpel) BRA Aceh Utara Anwar Cage membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Betul, memang benar ada kejadian di Kantor BRA,” ungkap Anwar yang dikonfirmasi media ini, Senin malam.
Menurut Anwar, kehadirannya atau bertemu Azhari Cage untuk mempertanyakan soal 657 penerima bantuan yang disebut melalui media pers, untuk kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Wilayah Pase atau Kabupaten Aceh Utara.
“Faktanya tidak demikian. Paska penyerahan bantuan tadi, saya sebagai Satpel BRA Aceh Utara yang bertanggungjawab dari Krueng Mane hingga Panton Labu, mendapat banyak pertanyaan dan komplain dari rekan-rekan. Kenapa mereka tidak menerimanya,” ungkap Anwar.
Nah, saat dikonfirmasi sebut Anwar, Azhari Cage menjawab bahwa bantuan tersebut sudah sesuai nama dan alamat penerima.
“Nama siapa dan dimana alamatnya? Itu yang dipertanyakan rekan-rekan kombatan GAM di Pase kepada saya,” sebut Anwar.
Masih kata Anwar. Usai penyerahan bantuan secara simbolis yang dilakukan Kapolda Aceh di Lhokseumawe beberapa hari lalu.
Dirinya melakukan komunikasi dan meminta kepada Panglima Muda, Panglima Wilayah dan Panglima Sagoe untuk melakukan checking terhadap nama-nama penerima.
“Hasilnya tak sampai 50 orang kombatan GAM yang menerima. Sisanya mereka mengaku tidak kenal.Tapi dalam berita media pers, Azhari Cage mengaku telah menyerahkan kepada 657 kombatan GAM,” kata Anwar.
Itu sebabnya, Anwar yang mengaku sejak 2020 lalu menjadi Kepala Satpel BRA Aceh Utara, memiliki tanggungjawab moral terhadap jabatan yang dia emban, khususnya memberdayakan rekan-rekan seperjuangannya.
Sebab, ini sesuai amanah MoU Damai Helsinki bahwa yang berhak menerima bantuan adalah; mantan kombatan GAM, tapol/napol dan korban konflik.
“Lebih baik saya tak ada jabatan di BRA jika tak mampu membantu rekan-rekan. Buat apa saya ada di BRA, jika tak mampu membantu rekan-rekan,” tegas Anwar.
Terkait masalah tadi, Anwar mengaku akan bertanggungjawab dan telah melaporkan masalah ini kepada Ketua KPA Pusat H. Muzakir Manaf (Mualem), Panglima Wilayah dan Panglima Muda Pase serta 15 Panglima Sagoe di Aceh Utara.
Harusnya Cage tanya dulu kepada Panglima Muda dan Panglima Wilayah Pase, apakah benar nama-nama penerima tadi. Jangan langsung klaim 657 penerima dari mantan kombatan GAM.
Lantas, apa kata Azhari Cage? Hingga berita ini diunggah, media ini belum berhasil mengkonfirmasi mantan anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh masalah ini masih dalam pantauan awak media,”
( Wan Atjeh)
Kaperwil Aceh





