Tangkap Tangan Bupati Lampung Utara, KPK Tetapkan 6 Orang Tersangka

by -87 views

LAMPUNG UTARA, fokuskriminal.com -Tangkap tangan Bupati Lampung Utara KPK (komisi Pemberantasan korupsi) tetapkan 6 orang tersangka, ini penjelasan.

“Terkait Proyek di Dinas Perdagangan, untuk Dinas Perdagangan diduga menyerahkan uang kepada AIM, Bupati Lampung Utara dilakukan oleh HWS, Swasta pada WHN, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara melalui RSY, orang kepercayaan Bupati. HWS menyerahkan uang Rp300 juta kepada WHN, dan kemudian WHN menyerahkan uang Rp240 juta pada RSY. (sejumlah Rp60 juta masih berada di WHN). Dalam OTT ini, KPK menemukan barang bukti uang Rp200 juta sudah diserahkan ke AIM dan kemudian diamankan dari kamar Bupati”Hal ini disampaikan oleh humas KPK kepada fokuskriminal.com melalui rilis pesan WhatsApp,(7/10).

Loading...

Selanjutnya,”Uang ini diduga terkait dengan 3 proyek di Dinas Perdagangan, yaitu: Pembangunan pasar tradisional desa comook sinar jaya kecamatan muara sungkai Rp1,073 miliar. Pembangunan pasar tradisional desa karangsari kecamatan muara sungkai
Rp1,3 miliar. Konstruksi fisik pembangunan pasar rakyat tata karya (DAK) Rp3,6 miliar. Terkait proyek di Dinas PUPR,”Ungkapnya.

Selain itu, KPK juga menemukan uang di mobil dan rumah RSY, orang kepercayaan Bupati sejumlah total Rp440 juta. Sebelumnya, sejak tahun 2014, sebelum SYH menjadi Kepala Dinasi PUPR Lampung
Utara, AIM yang baru menjabat memberi syarat jika SYH ingin menjadi Kadis PUPR maka harus menyiapkan setoran fee sebesar 20-25% dari proyek yang dikerjakan oleh Dinas PUPR”.

Sedangkan pihak rekanan dalam perkara ini, yaitu: CHS sejak tahun 2017 sampai dengan 2019, telah mengerjakan setidaknya 10 proyek di Kabupaten Lampung Utara. Sebagai imbalan atau fee, CHS diwajibkan menyetor uang pada AIM, BUpati Lampung Utara melalui SYH, Kepala Dinas PUPR dan RSY, orang kepercayaan Bupati.

“AIM diduga telah menerima uang beberapa kali terkait dengan proyek di Dinas PUPR, yaitu: Sekitar bulan Juli 2019, diduga AIM telah menerima Rp600 juta. Sekitar akhir September, diduga AIM telah menerima Rp50 juta. Pada 6 Oktober, diduga menerima Rp350 juta. Diduga uang yang diterima pada September dan Oktober 2019 itulah yang ditemukan di rumah RSY, orang kepercayaan Bupati”.

Uang tersebut direncanakan digunakan sewaktu-waktu untuk kepentingan AIM, Bupati Lampung Utara. Setelah melakukan pemeriksaan, dilanjutkan dengan gelar perkara, dalam batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP KPK menyimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi
menerima hadiah atau terkait proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara.

Sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan, KPK menetapkan 6 orang tersangka:
-Sebagai penerima
a. AIM (Agung Ilmu Mangkunegara, tidak dibacakan) Bupati Lampung Utara 2014-2019.
b. RSY (Raden Syahril, tidak dibacakan) orang kepercayaan AIM.
c. SYH (Syahbuddin, tidak dibacakan) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara.
d. WHN (Wan Hendri, tidak dibacakan) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara.
-Sebagai pemberi
a. CHS (Chandra Safari, tidak dibacakan) swasta.
b. HWS (Hendra Wijaya Saleh, tidak dibacakan) swasta.

Terhadap 6 orang tersangka tersebut disangkakan:
a. Sebagai Penerima:
AIM dan RSY disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang
Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun
2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP;
SYH dan WHN disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang
Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor
20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke1
KUHP;
b. Sebagai Pemberi:
Disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor
31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP”, Pungkasnya. (Red)