Tiyuh Mulya Jaya Mengkarantina Mandiri Sejumlah Masyarakat Disinyalir Meraup Keuntungan

oleh -

PANARAGAN TULANG BAWANG BARAT – Terkait pemberitaan sebelumnya “kronologis puluhan warga kabur dari karantina di SLB Tiyuh Mulya Jaya”. “Masyarakat yang pulang dari perantauan itu, mereka tidak kabur dari karantina desa di SLB Tiyuh Mulya Jaya akan tetapi mereka minta izin mau karantina mandiri jadi bukan kabur, Saptu 02 Mei 2020.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Tiyuh Mulya Jaya Lukman saat disambangi awak media di Balai Tiyuh Mulya Jaya Kecamatan Tuba-Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).


“Untuk sistem makan kita saat dikarantina kalau orang-orang lain kan nasi kotak yang diberikan kepada masyarakat yang menjalankan karantina, sedangkan untuk Tiyuh kita berbeda kami serahkan kepada keluarga nya dengan ketentuan yang sudah dimusyawarahkan. Sejumlah 20 ribu per hari dan per orang untuk uang makan mau dia masak terong,masak tempe ya per hari dan per orang 20 ribu rupiah”. Jelasnya.

Dalam hal ini disinyalir menjadi ajang meraup keuntungan pasalnya penyataan Kepala Tiyuh Mulya Jaya Lukman berbeda dengan keterangan yang disampaikan oleh sejumlah masyarakat yang sedang menjalankan karantina mandiri, beberapa warga yang sedang menjalankan karantina mandiri mengatakan kepada awak media dikediaman nya dini hari.

“Kami tidakk pernah minta untuk di pulangkan atau karantina mandiri,tetapi kami di suruh pulang ke rumah masing-masing karena di rumah singgah itu kata petugas penjaga ruang isolasinya, “tidak ada yang jaga Kami”. kata petugasnya, ya kalau kami mas ngikut aja apa yang sudah di tetapkan oleh pemerintah,” Ungkap nya.

“kalau masalah uang makan saat di isolasi di ruang karantina SLB itu, kami kan hanya 6 hari saja sudah itu kami di suruh pulang, selama 6 hari kami di kasih uang makan 100.000 (seratus ribu rupiah )per orang. Selanjutnya setelah kami disuruh pulang, selama karantina mandiri kami tidak di kasih apa-apa lagi, jangankan bentuk uang atau makanan pun tidak ada”.

Di tempat terpisah salah satu warga yang sedang menjalankan karantina mandiri mengatakan, “selama kami pulang dari Palembang sampai saat ini tidak ada makanan ataupun uang yang diberikan aparatur Tiyuh Mulya Jaya.”Pungkasnya.