42 Korban Jiwa Akibat Gempa di Sulawesi Barat, Presiden Perintahkan Jajarannya Jalankan Langkah Tanggap Darurat.

oleh -

,FOKRIM Mamuju Sulbar – Dua gempa berkekuatan cukup besar mengguncang daerah Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat dalam 2 hari secara berturut-turut.

Gempa pertama terjadi pada hari Kamis (14/1/2021) pukul 14.45 WITA dengan kekuatan M 5,9. Gempa dengan kekuatan lebih besar kembali terjadi keesokan harinya, yakni pada Jumat (15/1/2021) dini hari pukul 02.28 WITA. Selain berkekuatan cukup tinggi, gempa ini juga menimbulkan banyak kerusakan, serta jatuhnya sejumlah korban jiwa.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat, Darno Majid melaporkan, sementara ini ada 42 warga yang dilaporkan meninggal akibat tertimbun reruntuhan bangunan. Dari jumlah tersebut, 34 terdapat di Kabuaten Mamuju dan 8 sisanya ada di Kabupaten Majene

Jumlah ini dimungkinkan masih akan bertambah karena proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan, BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar, kami mendirikan tempat pengungsian serta berkoordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, relawan dan instansi terkait dalam upaya pencarian para korban terdampak gempa tersebut.

Untuk jumlah warga yang mengungsi, Darno menyebut pihaknya belum mendapatkan data pasti, namun diperkirakan ada belasan ribu warga yang kini pindah ke pengungsian.

Presiden Jokowi juga memerintahkan Kepala BNPB, Menteri Sosial, Kepala Basarnas, Panglima TNI dan Kapolri beserta jajarannya untuk segera melakukan langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban serta korban serta melakukan perawatan kepada korban yang mengalami luka-luka

Kepala BNPB Doni Monardo bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini telah melakukan peninjauan ke lokasi terdampak gempa di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Berdasarkan informasi dari Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Kimatologi, dan Geofisikaa (BMKG), Daryono, gempa pertama berkekuatan M 5,9 terjadi di darat, tepatnya di 4 km arah barat laut Majene, Sulawesi barat.

Penyebab dari gempa yang satu ini diduga kuat adalah aktivitas Sesar Naik Mamuju (Mamuju thrust). Sementara gempa kedua dengan ukuran lebih besar kembali terjadi di daratan, dan memiliki sifat yang lebih merusak.

Dilaporkan, guncangan gempa juga dirasakan hingga ke beberapa daerah seperti Palu, Mamuju Tengah, Mamasa. Selain dua gempa tersebut, BMKG juga merekam terjadinya 28 gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil.

Kedua gempa besar yang telah terjadi tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Guncangan kuat yang terjadi menyebabkan sejumlah kerusakan di wilayah kota Majene, Sulawesi Barat. Gempa bumi kedua ini yang menyebabkan Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang memiliki 4 lantai ambruk dan hanya menyisakan 10 persen bagian saja. Beberapa gedung perkantoran, ruko, hotel, juga puskesmas dilaporkan ada yang mengalami kerusakan.

Tidak hanya itu, 300-an rumah milik warga juga rusak, mulai dari tingkat ringan hingga berat. Gempa tidak hanya menghancurkan sejumlah bangunan, namun juga menimpa sejumlah kendaraan bermotor, baik sepeda motor, maupun mobil, longsor juga terjadi di 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju sehingga menyebabkan akses jalan terputus, akibat tertutup material longsoran.

Akibat takut akan adanya bencana susulan, warga kini memilih untuk tinggal di pengungsian atau mendirikan tenda di depan rumah mereka masing-masing. Masih banyak warga yang mengaku belum berani masuk ke dalam rumah mereka.

Meski dua gempa sebelumnya tidak berpotensi tsunami, BMKG menyebut ke depannya masih ada potensi terjadinya gempa dengan kekuatan lebih kecil atau sama dengan gempa dini Jumat kemaren. Jika gempa nantinya berukuran besar, terjadi di lokasi yang sama, dan menyebabkan longsoran di dasar laut, maka potensi untuk lahirnya tsunami dimungkinkan ada.

Bahkanan, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut gelombang tsunami itu bisa datang dengan cepat, hanya dalam kisaran 2-3 menit, seperti yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah beberapa tahun yang lalu.

“Potensi tsunami ada kemungkinan kalau terjadi gempa susulan yang dikhawatirkan dapat memicu tsunami akibat longsor ke laut ataupun tsunami akibat gempa itu,” sebut Dwi Korita dalam konferensi pers, Jumat (15/1/2021).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB), Raditya Jati menyebut gangguan jaringan listrik dan komunikasi terjadi di Kabupaten mamuju.

“Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju,” kata Radit kepada awak media
Raditya menambahkan BNPB telah mendistribusikan bantuan dalam penanganan bencana gempabumi di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene. Beberapa di antaranya pengerahan empat helikopter dalam mendukung penanganan darurat, 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi.

Selain itu 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA.

Rizal editor.
Dari berbagai sumber