Pasangan Suami Istri Digerebek Karena Terkait Bisnis Obat Obatan Ilegal

oleh -

POLDA JAWA BARAT, fokuskriminal.com,- Dir Reserse Narkoba didampingi Kabid Humas Polda Jabar laksanakan Konferensi Pers terkait bisnis home industri obat-obatan ilegal di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Tasikmalaya yang ternyata pasangan suami istri (pasutri) berinisial MAT (istri) dan CS (suami). Namun yang memiliki peran sentral adalah MAT karena dia yang menjalankan bisnis ilegal tersebut.

Termasuk MT sendiri yang meracik obat-obatan secara autodidak berbekal pengalaman sebelumnya yang pernah bekerja di pabrik farmasi.

“Aktor utamanya adalah sepasang suami istri itu, tapi yang perannya sangat dominan adalah istrinya (MAT),” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chainago saat gelar perkara di gudang produksi obat ilegal yang digerebek di Desa Sukajaya, Lembang.

Total barang bukti obat-obatan ilegal jenis LL dan Y yang sudah diproduksi dan siap edar mencapai 1,5 juta butir dengan harga pasaran Rp10.000/10 butir. Sehingga diperkirakan dapat omzet perdagangan mencapai Rp1,5 miliar dari hasil produksi obat obatan terlarang.

“Tersangka terancam hukuman maksimal 10-15 tahun dan denda Rp1,5 miliar karena melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 197 dan Pasal 196,” ujar Kabid Humas Polda Jabar.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Rudy Ahmad Sudrajat menambahkan, hasil produksi obat-obatan ini dijual ke luar daerah Jawa Barat, seperti Jawa Timur, Kalimantan hingga Sulawesi. Sementara bahan-bahan pembuat obat-obatan terlarang itu didapat pasangan MAT dan CS dari seseorang di Jakarta.

“Bahan-bahannya dibeli dari Jakarta dan sedang kita terus kembangkan untuk penyidikan. Kalau penjualannya keluar Jawa melalui bus malam, semacam kargo,” ucap Dir reserse Narkoba.

Asep Sulaeman / Team Fokrim Jabar

No More Posts Available.

No more pages to load.