Pemicu 10 Orang Menganiaya Remaja Putri di Malang, Korban Dan Pelaku Masih Dibawah Umur

oleh -

Malang, Fokuskriminal.com – Video penganiayaan remaja putri secara brutal beredar luas di media sosial. Diketahui peristiwa tersebut terjadi di Malang, Jawa Timur. Dalam video, korban dipukul-tendang, dijambak, dan dimaki.

Polisi telah mengungkap pemicu kejadian tersebut. Sepuluh orang diamankan terkait kejadian itu. Dua orang di antaranya merupakan pasangan suami-istri dari pernikahan siri. Pelaku penganiayaan merupakan teman-teman istri siri pelaku. Mereka kesal karena korban diduga berkencan dengan pelaku pria.

“Meski menikah, status pelaku masih anak-anak. Karena pernikahannya siri atau secara agama. Dengan begitu, kami harus memberikan perlindungan sesuai perundang-undangan selama penanganan kasus ini, baik korban maupun para pelaku,” jelas Kasat Reskrim Polresta Malang Kompol Tinton Yudho Riambodo, Selasa (23/11/2021).

Karena pelaku dan korban masih anak-anak, polisi melibatkan psikolog, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), serta Balai Pemasyarakatan atau Bapas.
Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto menjelaskan 10 orang tersebut diamankan karena memiliki dugaan kuat terkait dalam tindak pidana kekerasan serta dugaan pelecehan seksual terhadap korban yang masih di bawah umur.

“Ini berdasarkan fakta-fakta penyidikan, bukan mengada-ada atau karena media sosial. Jadi percayakan semua kepada penyidik. Kita harus memikirkan kondisi psikis korban dan tersangka, karena statusnya masih di bawah umur dalam penanganan kasus ini,” tuturnya.

Sementara itu, delapan orang lainnya diduga kuat terkait dengan tindak pidana kekerasan dan persekusi. Mereka dijerat Pasal 80 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 170 ayat 2 KUHP dan/atau Pasal 333 ayat 2 KUHP.

“Untuk tindak kekerasan diancam hukuman 5 tahun penjara, sementara kasus pencabulan, ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tegas Budi Hermanto.

Hingga saat ini, pemeriksaan masih terus dilakukan. Korban dan pelaku penganiayaan didampingi psikolog. (Kdr)

No More Posts Available.

No more pages to load.