Kasus Hukum Ceduk Terbukti Melanggar UU Pers, ini Kata Kasi Pidum Kejari Bangka

oleh -

SUNGAILIAT, FokusKriminal.com – Perkara dugaan kasus tindakan kekerasan dan pelecehan profesi wartawan oleh oknum masyarakat bernama Sunarwan alias Ceduk, saat melakukan liputan investigasi yang terjadi di Dusun Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (17/10/19).

Saat ini prosesnya terus berjalan. Bahkan, pihak Satreskrim Polres Bangka telah berkonsultasi ke pihak Kejari Bangka pada kasus ini.

“Memang benar pihak penyidik dari Polres Bangka telah berkonsultasi kepada kami mengenai kasus dugaan pelanggaran hukum yang menimpa jurnalis tersebut,” ujar Kajari Bangka Jeffri Huwae, S.H., M.H melalui Kasi Pidum Rizal Purwanto, S.H., M.H kepada sejumlah awak media di Kejari Bangka, Selasa (29/10) pagi.

Menurut Kasi Pidum Rizal, untuk kelanjutan perkara ini, pihak Kejari Bangka tinggal menunggu pelimpahan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari pihak kepolisian. Ia menegaskan, dalam penanganan kasus ini pihaknya akan bekerja dengan objektif dan profesional.

“Kalau memang benar kronologisnya itu sesuai fakta di lapangan seperti disampaikan, maka yang bersangkutan bisa saja dijerat dengan pasal UU Pers. Namun pastinya perkara ini, butuh pembuktian lengkap dan jelas,” kata Rizal.

Rizal berharap kepada rekan-rekan media, untuk mempercayakan sepenuhnya penangan perkara kasus ini kepada aparat penegak hukum. “Yakinlah, kami bekerja secara profesional, kalau yang salah ya tetap salah,” tegasnya.

Sementara, Rikky Fermana jurnalis yang melaporkan perkara ini, mengapresiasi kinerja kepolisian dan kejaksaan yang kedepankan profesionalitas.

“Intinya, kami jurnalis selaku korban  memperjuangkan keadilan, terlebih dalam kasus ini, sudah jelas ada intimidasi fisik disertai pelecehan terhadap profesi wartawan saat menjalankan tugas di lapangan. Bahkan saat kami mengenakan uniform pers dari media masing-masing,” tegas Rikky.

Ia berharap, agar kasus ini segera diproses dan Ceduk harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah melanggar UU Pers Nomor 1999 pasal 18.
“Semua bukti kejadian di lapangan saat itu, sudah kami serahkan kepada APH. Semoga Ceduk bisa segera diproses, agar tidak adalagi Ceduk lainnya yang semena-mena terhadap jurnalis di Babel ini,” pungkas Rikky. (AND)