Luas Hutan Alam Sumatera Barat Hilang 31 Ribu Hektare Tiga Tahun Terahir .

oleh -

FOKRIM, Jakarta Tutupan hutan alam Sumatera Barat (Sumbar) berkurang 31 ribu hektare sejak 2017 berdasarkan analisis Citra Satelit Lansat TM 8 yang dilakukan oleh tim Geographic Information System Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi pada 2021.

“Tutupan hutan Sumbar tinggal 1,8 juta hektare atau 44 persen dari luas wilayah. Pengurangan tutupan hutan paling banyak terjadi di Kabupaten Mentawai sebanyak tujuh ribu hektare, disusul Dharmasraya lima ribu hektare dan Solok Selatan empat ribu hektare,” kata Direktur KKI Warsi, Rudi Syaf mengutip Antara.

Ia mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan tutupan hutan alam itu berkurang diantaranya adanya izin baru untuk perusahaan logging, upaya pembukaan lahan baru untuk perladangan, tambang emas ilegal, kebakaran hutan dan lainnya.

“Analisis kami tambang emas ilegal sudah masuk ke dalam kawasan hutan. Terdapat empat ribu hektare kawasan sempadan sungai yang sebagiannya berada dalam kawasan hutan dirusak oleh penambangan emas ilegal ini,” katanya.

Kehilangan tutupan hutan itu telah menyebabkan beragam bencana dan konflik yang tak kunjung usai. Dalam catatan Warsi tahun ini tercatat enam kali galodo yang menyebabkan empat orang tewas, tiga orang luka dan 18 rumah rusak.