Tercium Ada Aroma Busuk Dalam Penyaluran Dana DID Covic-19 Kota Padang Panjang.

oleh -

FOKRIM Padang Panjang– Seyogyanya, perjuangan Walikota Padang Panjang, H.Fadly Amran BBA, dapatkan persetujuan Pemerintah Pusat suntikan Dana Insentif Daerah (DID) tahun anggaran 2020, senilai Rp.15,7 Milyar untuk penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019, patut diapresiasi.

Namun, dalam pelaksanaannya, ditenggarai dirusak oleh oknum- oknum pejabat daerah setempat yang “Menangguk di Air Keruh”.

Padahal, berkat kinerja yang baik dalam penanganan Covid- 19 Kota Padang Panjang, pemerintah pusat mengapresiasi dengan berikan tambahan DID untuk Recovery ekonomi sebesar Rp.15,7 Milyar peruntukan pada tiga aspek.

Dari catatan media, Pemko Padang Panjang, alokasikan anggaran DID tersebut pada Bantuan Penanganan Kesehatan sebesar Rp.4 Milyar.

Sedangkan kedua adalah Bantuan Sosial yang dialokasikan senilai Rp. 4,5 Milyar. Dan ketiga diperuntukan pada Bantuan Recovery Ekonomi senilai Rp 7,1 Milyar.

Untuk Bantuan Sosial ini disalurkan dalam bentuk Bantuan Lansung Tunai ( BLT. ) senilai @ Rp.900.000.- kepada 3500 KK yang tersebar di Padang Panjang.

Terungkapnya upaya oknum- oknum ” Menangguk di Air Keruh” itu, khusus alokasi Bantuan Recovery Ekonomi masyarakat senilai Rp.7,1 Milyar yang dialokasikan kepada 2100 pelaku usaha @ Rp 2 juta, santer disebut- sebut, salah seorang wakil rakyat setempat inisial NH.