“Dedy Mawardi,pelapor Kades Tanjung Baru Lamsel Diduga Penuh Rekayasa”

oleh -

Bandar Lampung,( fokuskriminal.com )- Kantor Hukum Dedy Mawardi and Patners menilai Polda Lampung membangkang perintah Kapolri untuk hati-hati dalam menerapkan UU ITE tidak langsung melakukan penahanan. Faktanya, Polda Lampung menahan salah seorang warga yang diduga melanggar UU ITE. Sebab itu,

“Klien kami bernama Mad Supi Kepala Desa (Kades) di Tanjung Baru, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan ditahan Kejari Lampung Selatan gara-gara pembicaraan WhatsApp grup (wag) yang dilaporkan ke polisi,” jelas pengacara Dedy Mawardi, di kantornya, Jumat, 26 Februari 2021.

Pelapornya, menurut Dedy, tidak memiliki legal standing karena dia (pelapor) bukan korban, tetapi anak korban.

“Kami menduga kasus ini ada rekayasa pertama saksi pelapor bukan saksi korban. Yang melapor anak saksi korban. Dia tidak punya legal standing dalam perkaran ini,” jelas Dedy Mawardi yang juga Ketua Seknas Jokowi itu.

Dari kasus yang ditangani ini, Dedy Mawardi menilai aparat hukum mengabaikan perintah Presiden Jokowi dan Surat Edaran (SE) Kapolri Listyo Sigit Prabowo Nomor SE/2/11/2021 tentang Kesadaran Budaya Beretika Untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat dan Produktif.