Carut Marut Kinerja SNVT PJSA WS. IAKR Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Masyarakat Luak Limopuluah Protes dan Kecewa ?

oleh -

Payakumbuh.fokuskriminal.com
Masyarakat Luak Limopuluah ( Limapuluh Kota dan Payakumbuh- red), melalui Lembaga Swadaya Masyarakat ” Aliansi Peduli Rakyat”, ancang- ancang layangkan Laporan seputar “Carut Marut” kinerja Balai Wilayah Sungai Sumatera V, setidaknya terkait pembangunan dua Embung, yakni Embung Lurah Rawang di Kapalo Koto, Payakumbuh Selatan, Embung Lakuang Burai Taeh Bukik Kec.Payakumbuh 50 Kota, konon tidak tersentuh hukum itu.

Hal tersebut dipaparkan, Dr (HC) Syawaluddin Ayub, Koordinator LSM AMPERA Indonesia melalui eksposenya, Senin,29/3 di Payakumbuh. Pasalnya, beranjak protes serta kekecewaan masyarakat Luak Limopuluah yang berkali- kali dialamatkan kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera V, terkait pembangunan baik Embung Lurah Rawang di Kapalo Koto, Payakumbuh Selatan, setelah masyarakat serahkan tanah pertaniannya serta habiskan dana senilai Rp.8,2 miliar, namun terkesan mubazir itu.

Padahal Pemerintah Pusat melalui APBN alokasi anggaran pembangunan Embung Lurah Rawang Kapalo Koto itu, pada Tahap I TA.2018 yang dikerjakan PT. Paluh Indah dengan kontrak Rp. 3 miliar. Sedangkan tahap II TA. 2019. Rp.5,2 miliar yang dikerjakan CV. Gunung Jantan, ternyata tidak berfungsi sebagaimana mestinya.