Mutasi Kapolres Kediri, Sisakan ‘PR’ untuk sang Pengganti

oleh -

Kediri, fokuskriminal.com – Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono berharap penggantinya bisa melanjutkan program-program yang belum tuntas di masa kepemimpinannya. Baik dalam penegakan persoalan keamanan serta mendukung penanganan Covid-19.

Kapolres yang baru nanti juga diharapkan bisa memaksimalkan semua potensi yang ada. “Untuk kapolres yang menggantikan, saya harap bisa merangkul seluruh potensi masyarakat untuk bekerjasama mengatasi segala permasalahan terutama terkait penanganan Covid-19,” harap Lukman kemarin.

Lukman Cahyono sebentar lagi akan mengakhiri masa tugasnya di Polres Kediri. Dia dipromosikan menjadi Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadir Lantas) Polda Kalimantan Timur. Sebagai penggantinya adalah AKBP Agung Setyo Nugroho yang saat ini merupakan Kapolres Jombang.

Kapolres Lukman mengakui, selama dua tahun masa bertugas di Kabupaten Kediri, ada beberapa program yang belum selesai dilakukan. Dan itu menjadi tugas kapolres yang baru nanti. Di antara program yang belum selesai itu adalah penanganan Covid-19. Polisi berperan mengawal program ini dengan memberi edukasi pada warga. Agar tidak lengah karena korona masih ada.

Menurutnya, program penanganan Covid-19 mencakup tiga aspek. Yaitu preventif (pencegahan), preemtif (konsultatif), dan penegakan hukum (gakkum). Penerapannya berupa edukasi dan sosialisasi, mengajak masyarakat berperan aktif mencegah penularan, dan penertiban.

Bagaimana dengan penanganan kriminalitas? Menurut Lukman, beberapa kasus menjadi perhatian selama ini. “Seperti kasus pencurian dengan modus pecah kaca dan coblos ban masih sering terjadi,” akunya.

Selama menjabat pada Januari 2020, banyak kasus yang sudah diungkap. Total ada 634 kasus yang dibongkar. Rinciannya, 325 kasus terjadi pada 2020 dan sisanya di periode Januari hingga Oktober tahun ini.
Di antara kasus-kasus itu ada tiga pembunuhan dan satu prostitusi. Agustus misalnya, terungkap kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyebabkan kematian di Kecamatan Gurah. Di bulan yang sama ada pengungkapan kasus prostitusi di Kecamatan Ngasem.

Pada Oktober, terjadi pembunuhan remaja di Kecamatan Gurah. Kemudian di akhir bulan terdapat kasus pembunuhan di Kecamatan Ngasem.

Lukman berharap warga tetap berperan aktif dalam penegakan hukum. Termasuk meminta agar mereka tak takut melapor bila ada permasalahan keamanan.

Terkait dengan serah terima jabatan (sertijab) pihak Polres Kediri belum bisa memastikan. “Paling lambat dua minggu dari turunnya telegram,” terang Wakapolres Kediri Kompol Anggi Saputra.
Telegram pergantian Kapolres Kediri turun pada 31 Oktober lalu. Berbarengan dengan mutasi di lima polres lain.
Terpisah, AKBP Agung Setyo Nugroho masih belum bersedia berkomentar panjang terkait kepindahannya ke Polres Kediri. “Nanti tunggu setelah sertijab,” elaknya ketika dimintai pernyataan terkait apa yang akan dilakukan saat memimpin Polres Kediri nanti. (tim jatim)

No More Posts Available.

No more pages to load.