Ditulis Oleh : Anwar Abbas
1. Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan.
2. Ketua PP Muhammadiyah.
3. Wakil Ketua Umum MUI.
Sebagai warga negara Indonesia pak Din dan kawan-kawannya tentu berhak mendirikan partai karena hal itu di jamin oleh UUD 1945, asal partai PELITA yang didirikannya memenuhi semua persyaratan dan ketentuan yang ada. Tetapi mengapa pak Din sampai mendirikan partai?? Hal itu benar-benar menjadi pertanyaan, karena sepanjang pengetahuan saya, pak Din tidak ingin mendirikan partai dan juga tidak ingin lagi untuk berkecimpung secara langsung dalam kehidupan kepartaian. Karena menurutnya cukuplah partai-partai yang ada saja yang dibackup dan diperkuat.
Oleh karena itu, kalau pak Din sudah sampai mengambil inisiatif untuk mendirikan partai, itu bagi saya suatu pertanda bahwa dia sudah kecewa dan hopeles atau tidak lagi bisa berharap kepada partai-partai yang ada tersebut. Hal ini dapat difahami karena pak Din adalah seorang yang idealis, religious dan akademisi dimana mungkin beliau melihat partai-partai yang ada saat ini sudah jauh menyimpang dari bagaimana yang seharusnya karena terlihat sudah sangat pragmatis dan tidak lagi berjuang membela rakyat tapi lebih banyak membela kepentingan oligarki, baik oligarki politik maupun oligarki ekonomi dan itu tentu saja menurutnya jelas tidak baik dan tidak sehat bagi perjalanan sebuah demokrasi yang memiliki prinsip dari rakyat bersama rakyat dan untuk rakyat.
Oleh karena itu hal-hal seperti demikian tentu akan mengusik dirinya karena jelas-jelas bertentangan dengan sikap dan pandangan serta hati nuraninya yang sangat menghormati dan menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945. Apalagi dia ini, selain seorang tokoh pemikir juga sekaligus adalah seorang pejuang. Artinya apa yang telah menjadi sikap dan pandangannya dia tidak akan berhenti sampai disitu tapi dia juga harus memperjuangkannya, biasanya dengan mempergunakan pendekatan dialogis dan politik alokatif yaitu dengan merasukkan nilai-nilai yang dia junjung tinggi melalui partai-partai politik yang ada lewat teman-teman dan relasinya di masing-masing partai. Ini semua beliau lakukan dengan tulus karena dia sangat cinta kepada negeri dan bangsanya, karena saya lihat setiap hari yang difikirkan dan didiskusikannya adalah hanya menyangkut umat, bangsa dan negaranya.
Tetapi disamping itu, dia juga sangat aktif dalam pergaulan internasional dan dalam kegiatannya dia tampak berusaha keras untuk mengangkat nama bangsanya dipanggung Internasional, dimana beliau aktif dalam berbagai organisasi berlevel dunia, itu semua dia lakukan salah satunya karena termotivasi untuk ingin menjadikan negaranya indonesia menjadi salah satu negara yang benar-benar diperhitungkan, jadi tidak hanya sekedar mengikuti gendang yang ada tapi ikut mewarnai perjalanan dunia dan dia saya lihat memang memiliki kemampuan dan kapabilitas untuk itu.
Itu terbukti dengan dipercayainya pak Din menjadi Presiden dari Asian Conference on Religion for Peace ditingkat Asia dan Honorary Presiden di World Conference on Religion for Peace di tingkat dunia. Din ini juga adalah sosok pemimpin yang think globally and act locally, yaitu mampu berfikir global tapi juga bisa membumi bagi berbuat untuk kepentingan bangsa dan negerinya. Dia adalah seorang tokoh internasional yang sudah kemana-mana di atas dunia ini bagi menghadiri berbagai pertemuan dengan tokoh-tokoh besar dunia seperti Sri Paus, Syeikh Al Azhar dan beberapa Presiden dan Perdana Menteri dari beberapa negara.
Yang membuat saya terkejut adalah George Soros seorang investor kelas kakap dunia yang sangat terkenal itu menemuinya di Gedung Dakwah Muhammadiyah dimana dia waktu itu menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah dan saya diminta untuk menemaninya. Disamping itu, pak Din juga aktif menghadiri berbagai seminar baik yang diselenggarakan di dalam negeri dan atau di luar negeri untuk membicarakan berbagai masalah terutama menyangkut agama dan bagaimana menciptakan sebuah dunia yang rukun dan damai serta sejahtera.
Tapi yang menarik bagi saya secara pribadi adalah meskipun beliau sudah menjadi tokoh yang mendunia dia juga masih mau menghadiri undangan untuk berceramah ke daerah-daerah diberbagai pelosok di tanah air bahkan sampai ke daerah-daerah yang jauh dari keramaian. Jadi pak Din ini dalam pandangan saya dia adalah seorang tokoh dan pemimpin yang memiliki idealisme serta cita-cita yang tinggi dan mulia karena dia saya lihat sangat ingin
membuat negerinya menjadi negeri yang maju, religious dan berkeadilan dimana rakyatnya hidup dengan aman tentram, rukun dan damai serta makmur sejahtera dan bahagia.
Hal itu semua menurut dia akan bisa dicapai dan tercapai dengan konsistennya kita sebagai bangsa berpedoman dan berpijak kepada falsafah bangsanya sendiri yaitu Pancasila dan hukum dasarnya yaitu uud 1945. Oleh karena itu beliau tampak benar-benar terusik kalau ada uu dan atau kebijakan di negeri ini yang dibuat oleh pemerintah dan DPR yang dia lihat semangat dan jiwanya bertentangan dengan kedua sumber utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut. Untuk itu bagi meluruskannya beliau tidak ragu-ragu untuk melakukan langkah-langkah bagi memperbaiki keadaan yang ada tapi itu beliau tempuh secara damai, argumentatif dan dengan menghormati prosedur hukum yang berlaku. Beberapa kali pak Din melakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi untuk menggugat beberapa undang-undang yang menurutnya bertentangan semangat dan isinya dengan Pancasila dan UUD 1945 dan dalam beberapa Judicial Review yang dilakukannya beliau menang. Ini berarti MK mengakui dan membenarkan kritik dan pandangannya karena apa yang disampaikannya itu setelah diuji memang sejalan dan sesuai dengan falsafah dan hukum dasar yang ada di negeri ini yaitu Pancasila dan uud 1945.
Terima Kasih…
Editor : Robbie





