Pengusaha Nasional, Menteri Perdagangan dan Dukungan Terhadap Kapolri

Ditulis Oleh  :  Anwar Abbas
1. Ketua PP Muhammadiyah.
2. Wakil Ketua Umum MUI.

Disaat para pengusaha kita terutama para pengusaha sawit mengalami masalah di pasar luar negeri, pemerintah turun untuk membantu mereka sehingga ekspor mereka ke luar negeri bisa berjalan dengan lancar. Tapi mengapa ketika masyarakat mengalami kesulitan untuk membeli minyak goreng didalam negeri, mereka tidak mau membantu pemerintah menjaga harga dan ketersediaan barang di pasar-pasar di seantero negeri.

Malah mereka terlihat sibuk menangguk keuntungan dengan memanfaatkan peluang bagi mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan mengabaikan dan melanggar ketentuan yang ada.

Akibatnya rakyat menjadi susah sehingga Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo terpaksa turun tangan dan berbicara keras kepada para pengusaha tersebut dengan meminta para Kapolda untuk melakukan pengawasan ketat di pelabuhan, jalur-jalur perbatasan hingga jalur darat untuk mencegah adanya pelanggaran dari produsen yang mencoba bermain-main untuk melakukan ekspor CPO dan turunannya secara diam-diam.

Kegeraman Kapolri ini tentu dapat kita maklumi karena akibat dari perbuatan dari para pengusaha tersebut. Kehidupan rakyat menjadi susah dan secara politis telah merusak dan mencoreng nama baik pemerintah.

Padahal jika mereka mau mengikuti ketentuan yang ada berupa kewajiban yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yang harus mereka patuhi dan laksanakan soal domestic market obligation atau DMO tentu persoalan kelangkaan dan masalah harga yang telah mencekik leher masyarakat lapis bawah ini tidak akan terjadi.

Untuk itu, kita semua mendukung sikap dan tindakan yang dilakukan oleh Kapolri yang akan menindak tegas para pengusaha yang melanggar ketentuan yang ada. Meskipun demikian, nasib rakyat kecil tampaknya belum juga akan tertolong karena pemerintah dalam hal ini menteri perdagangan akan menghapus ketentuan tentang HET atau harga eceran tertinggi, sehingga harga akan dibuat untuk menyesuaikan diri dengan harga keekonomian.

Jika itu yang terjadi maka berarti dalam jangka dekat atau dalam beberapa minggu atau bulan kedepan harga minyak goreng tentu diperkirakan akan melonjak tinggi karena jumlah suply tentu akan lebih rendah dari jumlah permintaan sehingga harga minyak goreng tentu akan naik secara tajam dan hal tersebut tentu jelas-jelas akan sangat memukul kehidupan rakyat kecil.

Untuk itu masalah nasionalisme dari para pengusaha nasional kita saat ini benar-benar diuji.

Apakah mereka akan menjadi economic animal atau akan menjadi pengusaha yang pancasilais ? Kita lihat dan tunggu saja. Jangan-jangan merekalah sebenarnya yang telah menjadi the real terrorist di negeri ini. Tapi kita berharap mudah-mudahan tidak demikian halnya. Semoga.

Terima Kasih.

Editor  :  Robbie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.