Yogjakarta, fokuskriminal.com – Peristiwa pembacokan yang diduga menimpa empat anak muda di Sleman masih dalam penyelidikan polisi.
Namun dugaan awal kejadian itu adalah perselisihan antar kelompok. Polisi Sleman menyebut ada pihak korban yang mengenal dari kelompok pelaku penyerangan, untuk kepastian polisi masih melakukan pendalaman terkait pembacokan itu.
Diberitakan awak media sebelumnya, empat anak muda berusia sekitar 18 an tahun menjadi korban pembacokan. Masing-masing berinisial G warga Tridadi, Sleman, A dan P keduanya warga Tempel serta G warga Godean, mereka dibacok oleh sekelompok orang saat sedang jajan bakso di pinggir jalan.
Yamtono Dukuh Pisangan, yang juga ikut mengantar korban ke rumah sakit, Yamtono mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Senin (6/6) sore sekira pukul 15.30 WIB.
Lokasi persisnya di Padukuhan Dukuh, Pandowoharjo, Sleman tapi berdekatan dengan Padukuhan Pisangan, Kalurahan Tridadi.
Saat itu, kata dia, anak-anak muda yang menjadi korban pembacokan baru saja ikut pawai kelulusan sekolah dan bermaksud pulang.
Karena kondisinya hujan, mereka mampir untuk membeli bakso di pinggir jalan. “Pas makan bakso itu, dari arah selatan ada segerombolan anak-anak muda pakai senjata tajam. Tau-tau langsung itu (membacok). Pakai pedang dan botol. Informasi yang saya terima seperti itu,” kata dia, ditemui awak media.
Yamtono yang rumahnya tak begitu jauh langsung datang ke lokasi setelah mendapat telepon dari masyarakat.
Ia datang membawa mobil yang rencananya untuk membawa para korban ke Rumah Sakit karena luka bersimbah darah.
Tetapi, sesampainya di lokasi sudah ada mobil warga yang membawa korban Ia pun ikut mengantar ke RSUD Sleman sebagai perwakilan keluarga.
Sebab, satu di antara korban yang dibacok adalah warganya dan dalam kejadian itu, menurut dia, ada 4 korban yang dibacok.
3 orang menderita luka bacok dibagian punggung, sedangkan 1 orang lainnya luka sabetan kecil di lengan.
Setelah mendapat penanganan medis, 3 orang diperbolehkan pulang untuk rawat jalan. Sementara 1 orang lainnya berinisial A dari Tempel harus opname karena lukanya cukup serius.
“1 orang opname. Masih menunggu hasil rontgent. Karena di paru-paru katanya ada gumpalan darah. Kemungkinan karena kena hantaman benda tumpul seperti botol,” kata Yamtono.
Kapolres Sleman AKBP Imam Rifa’i mengungkapkan, informasi yang diterima, dugaan sementara kejadian tersebut merupakan tawuran.
Sebab, informasinya pihak korban ada yang mengenal rombongan pelaku. Tetapi motifnya apa masih terus didalami.
Apakah mereka bertemu dengan janjian kemudian saling provokasi atau hal lainnya.
“Ini akan kami proses sebagimana mestinya. Akan kami lakukan penyelidikan dan penyidikan serta meminta pertanggungjawaban terhadap para pihak yang harus bertanggung jawab,” kata Imam.
Ia memastikan, kasus penganiyaan tersebut akan ditangani pihak Kepolisian dan ditindaklanjuti dengan proses hukum.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo angkat bicara terkait insiden 4 remaja di Sleman dibacok sekelompok orang ketika sedang jajan bakso di pinggir jalan.
Ia mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. “Saya sangat prihatin sekali ada kejadian lagi. Padahal saya sudah membentuk satgas (anti kejahatan jalanan) dan semua masyarakat stakeholder supaya (aktifkan) jaga warga sampai kalurahan,” kata Kustini, kepada awak media, Selasa (7/6/2022).
Ia mengimbau bagi keluarga yang memiliki anak agar lebih memperhatikan anaknya. Terutama ketika keluar di malam hari.(red.my)









