Orbis: Inovasi Kesehatan Mahasiswa UGM yang Mengguncang Kompetisi Global

Teknologi -.CO.ID – JAKARTA.Inovasi sistem pembagian biaya asuransi kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diciptakan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menarik perhatian dalam ajang tersebut.Kompetisi Inovasi Asuransi GAIP 2025

Sistem bernama Orbis ini diusulkan oleh Tim Valuator, yang kemudian menjadi pemenang pertama dalam seleksi tingkat nasional yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Sabtu (12/7).

Orbis diciptakan sebagai jawaban terhadap dua tantangan utama di dunia asuransi kesehatan: inflasi medis yang terus meningkat dan ketidakefisienan sistem.cost-sharing

Sistem ini menawarkan pendekatan yang lebih adil, fleksibel, dan berlandaskan nilai, dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dalam proses pengambilan keputusan pembiayaan.

Rencana Orbis terdiri dari empat komponen utama. Pertama, OrbisChat, asisten digital yang membantu peserta asuransi mengelola keluhan kesehatan dengan cara yang cerdas dan efisien.

Kedua, Care-Value Score (CVS) yang mengukur nilai klinis serta efisiensi biaya dari layanan kesehatan yang dipilih.

Ketiga, Dynamic Copay, yang memungkinkan besarnya biaya tanggungan disesuaikan secara langsung sesuai dengan nilai pengobatan.

Terakhir, Behavioral Bonus Credits, sistem insentif yang memberikan penghargaan berupa kredit kepada peserta yang memiliki kebiasaan hidup sehat, yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi biaya di masa depan.

Dengan pendekatan yang menyeluruh dan sesuai dengan kebutuhan individu, Orbis diharapkan dapat mengembangkan sistem asuransi kesehatan yang lebih jelas, berkelanjutan, serta mendorong penggunaan layanan kesehatan yang lebih bijaksana.

Inovasi ini meraih peringkat tertinggi dari dewan juri pada babak final, mengalahkan lima tim lain yang berasal dari ITB dan ITS. Tim Valuator mendapatkan nilai 56,83, diikuti oleh Blue Valley (56,67) dan Ganeshurance (54,67).

Anggota Tim Valuator terdiri dari tiga mahasiswa jurusan Ilmu Aktuaria Universitas Gadjah Mada angkatan 2022, yakni Rafael Wicaksono Hadi, Victorius Chendryanto, dan Dewa Ayu Maharani Adithi Kirana.

Mereka dibimbing oleh Danang Teguh Qoyyimi, Ph.D., yang menyampaikan bahwa Orbis lahir dari kekhawatiran terhadap meningkatnya biaya kesehatan yang tidak sebanding dengan sistem pendanaan yang efektif.

“Inovasi yang dihasilkan oleh tim ini bertujuan mengatasi tantangan zaman terkait kenaikan biaya pengobatan. Alhamdulillah berhasil memenangkan kompetisi, sehingga kami diberi kesempatan untuk mendapatkan bimbingan dan saran dari tingkat global,” kata Danang dalam pernyataan resmi, Minggu (13/7).

Sebagai pemenang nasional, Tim Valuator akan mewakili Indonesia dalam babak final global GAIP Insurance Innovation Competition 2025 yang akan diadakan di Nanyang Technological University (NTU) Singapura pada 15 Agustus mendatang.

Related posts