Pilot Air India dengan Pengalaman Tinggi Terlibat Kecelakaan

Teknologi –, Jakarta– Tim penyelidik kecelakaan pesawat Boeing 787 Dreamliner milikAir Indiamengungkap sedikit rahasia bencana yang menewaskan 260 orang tersebut. Salah satunya adalah percakapanpilot di dalam cockpit pesawat tersebut.

Para penyidik mendengarkan rekaman percakapan yang ada di dalamcockpitsebelum pesawat tersebut jatuh. Seperti dikutip dari halamanTimes of Indiarekaman dari kokpit menampilkan suara salah satu pilot yang bertanya mengapa sakelar pengendali bahan bakar dimatikan, yang kemudian dijawab oleh pilot lain bahwa ia tidak melakukan tindakan tersebut. Namun, rekaman tersebut tidak dapat menunjukkan siapa yang mengucapkan pernyataan masing-masing.

Saat pesawat mulai lepas landas, kopilot terbukti berada di kemudi, sedangkan kapten bertanggung jawab mengawasi jalannya penerbangan. Untungnya, saklar pengatur bahan bakar berhasil dinyalakan kembali sehingga mesin menyala kembali secara otomatis. Namun, ketikapesawatkehilangan kendali dan jatuh, hanya satu dari dua mesin yang mampu mengembalikan tenaga secara penuh. Mesin lainnya memang menyala kembali, tetapi belum mampu menghasilkan daya dorong yang cukup untuk membantu proses pemulihan.

Penyebab matinya saklar pengendali bahan bakar masih dalam proses penyelidikan. Apakah terjadi karena tindakan sengaja atau kesalahan teknis. Namun, para ahli meragukan bahwa kesalahan tersebut dilakukan oleh pilot pesawat tersebut. Air India mengatakan bahwa para pilot memiliki pengalaman yang memadai.

1. Kapten Summet Sabharwal

Setelah kejadian tersebut, perhatian masyarakat berpindah pada latar belakang dua pilot yang mengemudikan pesawat. Kapten Sumeet Sabharwal adalah salah satu pilot senior dari maskapai, berusia 56 tahun dan memiliki lisensi penerbangan komersial yang sah hingga 14 Mei 2026. Dalam kariernya, ia telah memiliki lebih dari 15.600 jam terbang, di mana lebih dari 8.500 jam di antaranya dilakukan denganBoeing 787Ia juga memiliki izin penerbangan sebagai pilot komando untuk berbagai jenis pesawat besar seperti Boeing 777 dan Airbus A310.

Kapten Sabharwal terkenal sebagai tokoh yang profesional dan memiliki pengalaman luas. Bahkan, sebelum penerbangan, ia sempat menghubungi keluarganya dari bandara dan berjanji akan menelepon kembali setelah tiba di London. Salah satu rekan kerjanya yang pernah terbang bersamanya menyebut Sabharwal sebagai “pria sejati”.

2. Kopilot Clive Kunder

Sementara itu, kopilotClive Kunder berusia 32 tahun adalah lulusan muda yang telah menunjukkan ketertarikan terhadap dunia penerbangan sejak masa sekolah. Ia memiliki lisensi pilot komersial yang dikeluarkan pada tahun 2020 dan berlaku hingga 26 September 2025. Kunder diizinkan mengemudikan pesawat kecil seperti Cessna 172 dan Piper PA-34 Seneca sebagai pilot utama, serta bertugas sebagai kopilot untuk pesawat besar seperti Airbus A320 dan Boeing 787. Total jam terbang yang telah ia lalui tercatat sebanyak 3.403 jam, dengan lebih dari 1.100 jam di antaranya dilakukan sebagai kopilot Boeing 787.

Related posts