Pak Wawi Bagikan Pengalaman Pertama Mengemudikan Bus Listrik Bekasi-Yogyakarta

Pak Wawi Menceritakan Pengalaman Pertama Mengemudikan Bus Listrik dari Bekasi ke Yogyakarta, Ini Ucapannya

Pak Wawi Menceritakan Pengalaman Pertama Mengemudikan Bus Listrik Rute Bekasi-Yogyakarta, Ini Ujarnya

Wawiyanto, seorang sopir bus PO Sumber Alam mengalami pengalaman baru dengan mengemudikan bus listrik jarak jauh pertama di Indonesia. Berikut kisahnya.

10drama.com -/ News

Wisnu Andebar 18 Agustus, 10:53 pagi 18 Agustus, 10:53 pagi

10drama.com –– Sejak tahun 2004, Wawiyanto yang akrab dipanggil Pak Wawi telah setia mengemudikan bus antar kota antar provinsi (AKAP) dari PO Sumber Alam.

Selama beberapa dekade, tangannya terbiasa dengan persneling dan suara mesin diesel yang menggelegar di jalur lintas Jawa.

Namun pada tahun ini, ia memperoleh pengalaman baru, yaitu mengemudikan bus listrik jarak jauh pertama di Indonesia.

Awal mulanya beralih dari solar ke listrik, terasa sangat berbeda. Lebih nyaman karena tidak menggunakan persneling, jadi automatic. Selanjutnya tidak perlu memikirkan pembelian solar,” kata Wawi saat diwawancarai, Jumat (15/8/2025).

Bus listrik yang merupakan hasil kerja sama Kalista dan PO Sumber Alam menyediakan rute Bekasi-Yogyakarta dengan jarak tempuh rata-rata 541 km.

Meski harus berhenti dua kali untuk mengisi daya, durasi perjalanan tetap berkisar antara 11 hingga 12 jam, setara dengan bus konvensional karena pengisian baterai dianggap sebagai waktu istirahat bagi sopir dan penumpang.

Pak Wawi mengakui tidak mengalami kesulitan dalam beradaptasi, meskipun terdapat beberapa perbedaan teknis antara bus listrik dan yang menggunakan solar.

“Remnya nyaman. Biasanya pada mesin diesel ada engine brake, di sini cukup menginjak rem saja sudah halus. Terkadang awal-awal ingin mengganti gigi, padahal cukup menekan gas saja, justru lebih enak,” katanya.

“Percepatannya juga lebih nyaman untuk mendahului kendaraan lain di jalan tol,” tambahnya.

Soal lelah saat berjalan, ia justru merasa lebih ringan karena membawa bus listrik yang lebih sederhana tanpa perlu mengganti gigi.

Perbedaan lain yang ia alami terletak pada kenyamanan ruang dalam kendaraan.

“Penumpang mengatakan AC-nya lebih sejuk, suspensinya juga lebih nyaman, tidak ada suara gemerlap. Jadi lebih tenang, tidak bising seperti biasanya,” kata pria yang sering disapa penumpang karena sifatnya yang ramah ini.

Soal waktu pengisian daya, menurutnya bukanlah masalah besar karena disertai dengan waktu istirahat penumpang.

“Maka ketika penumpang makan, bus sedang diisi daya, sekitar satu jam, jadi kita juga bisa beristirahat dan makan bersama, jadi masih dalam kondisi baik. Total perjalanan sekitar sama dengan bus solar,” jelasnya.

Pak Wawi merupakan salah satu dari empat pengemudi yang terpilih untuk memiliki kesempatan mengemudikan armada listrik ini sejak bulan Mei lalu.

“Manajemen menunjuk langsung. Katanya yang sabar, yang mampu membawa. Jadi ya dipercaya,” katanya dengan bangga.

Meskipun awalnya merasa kaget karena terbiasa dengan transmisi manual, sekarang ia merasa bus listrik lebih mempermudah tugasnya.

“Semoga bisa terus berlanjut. Nyaman, tidak lelah. Kalau saya pribadi ingin terus menggunakan bus listrik,” tutupnya.

 

Copyright 10drama.com -2025

Related Article

Related posts