Sopir Malas Pasang Terpal, Rombongan Truk Proyek Tol Dicegat di Demak

Sopir Terus Menganiaya Warga dengan Malas Memasang Terpal, Rombongan Truk Pasir Proyek Jalan Tol Dihentikan di Demak

Sopir Terus Menganiaya Warga dengan Tidak Mau Memasang Terpal, Kelompok Truk Pasir Proyek Jalan Tol Dihentikan di Demak

Tindakan ini merupakan bentuk penolakan dari warga Desa Purwosari, Demak, terhadap perilaku para sopir yang enggan memasang terpal.

10drama.com -/ Peristiwa

Dida Argadea 3 Agustus, pukul 16.00 3 Agustus, pukul 16.00

10drama.com –Warga Desa Purwosari, Sayung, Demak akhirnya kehabisan kesabaran.

Mereka bersama-sama menghalangi ratusan truk yang membawa bahan proyek Tol Semarang-Demak melewati jalan desa.

Tindakan ini merupakan bentuk penolakan terhadap perilaku para pengemudi yang enggan memasang terpal, sehingga menyebabkan debu menyebar luas dan mengganggu kegiatan sehari-hari penduduk.

Insiden penangkapan ini telah berlangsung sejak malam Jumat (1/8/2025) hingga pagi Sabtu (2/8/2025).

Akibatnya, barisan panjang truk membentang di tepi jalan Pantura Semarang-Demak dan menyebabkan kemacetan yang sangat parah.

Warga menghalangi setiap truk yang berusaha memasuki kawasan desa.

Seorang pengemudi truk yang dikenal dengan panggilan Gondrong mengakui merasa bingung terhadap keadaan ini.

Ia merasa tidak adil karena kendaraan-kendaraan pengantar jenazah yang menuju Makam Syekh Abdullah Mudzakkir masih diperbolehkan melintas.

“Jika bis diperbolehkan, mengapa truk tidak? Mungkin karena banyak orang mengeluh tentang debu dan jalan yang rusak,” katanya saat diwawancarai di lokasi oleh TribunJateng.com.

Gondrong menekankan bahwa pengemudi truk hanya menjalankan perintah untuk mengangkut bahan. Ia merasa para pengemudi menjadi korban karena keluhan masyarakat.

Kami hanya diperintahkan untuk mengangkut bahan, jangan sampai kami menjadi korban. Pengelola proyek seharusnya cepat merespons, bukan malah diam ketika ada keluhan,

Sopir tersebut berharap pengelola proyek segera mengambil langkah tegas.

Ia meminta perbaikan jalan dilakukan serta penyiraman rutin agar mengurangi debu. Gondrong juga menyampaikan keluhan tentang aktivitasnya yang terganggu, padahal biasanya ia mampu mengangkut tiga kali muatan material dalam sehari.

“Seharusnya jika ada perbaikan jalan, sudah diberitahu kemarin. Jangan sampai kami menunggu seharian,” keluhnya.

Kekhawatiran penduduk Desa Purwosari sebenarnya sudah berlangsung lama.

Selain isu debu yang merugikan kesehatan, penduduk juga sering mengeluhkan para sopir truk yang tidak sabar saat melewati jalan.

Tindakan penangkapan ini menjadi puncak kekecewaan masyarakat terhadap ketidaktepatan respons dari pihak pengelola proyek.

Copyright 10drama.com -2025

Related Article

Related posts