Pemadaman Karhulta Pukul 14.45, Operator Heli Angkut 4.500 Liter Air

Lintaskriminal.co.id –Manajer Proyek PT Gunung Selatan yang menjadi operator helikopter pemadam kebakaran, Bintang, menyampaikan bahwa pemadaman dari udara dilakukan sekitar pukul 14.45 Wita.

Heli menyemprotkan air ke lokasi kebakaran sebanyak 24 kali hingga api berhasil dikendalikan.

Dalam sekali terbang, helikopter dapat membawa air sebanyak 4.500 liter. “Luas area yang terbakar sekitar lima hektar,” katanya.

Pilot helikopter Kapten Kaspars Ievins menyatakan bahwa pemadaman api dari udara memerlukan lebih banyak fokus dan pengalaman.

“Jika penerbangan komersial, Anda tahu jadwal dan tujuannya. Dari A ke B. Namun, pemadaman api bisa terjadi kapan saja, sehingga Anda harus selalu siap, dalam kondisi prima, cukup istirahat, serta siap secara mental,” katanya dalam bahasa Inggris.

Pilot dari negara Ladvia ini juga menyampaikan bahwa suhu di Indonesia berbeda dengan negara asalnya. Cuaca yang panas memengaruhi kinerja helikopter.

Meskipun demikian, kata Kaspars, di Indonesia khususnya Kalimantan Selatan terdapat banyak sungai sehingga lebih mudah mendapatkan air.

“Tetapi tantangan lainnya adalah jumlah penduduk. Di sini sangat padat. Jika ingin mengambil air dari sungai atau danau, kami harus memastikan tidak ada orang di sekitar,” katanya.

Sementara dalam upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, armada pemadam kebakaran dikerahkan. Tidak hanya peralatan pemadaman di darat, pemadaman dari udara juga mulai dimaksimalkan.

Baru-baru ini, empat helikopter dikirim oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) ke Kalimantan Selatan. Berdasarkan pantauan pada Selasa (19/8), dua helikopter penggunaan air dan dua helikopter patroli yang bertuliskan BNPB telah tiba di Landasan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor, Banjarbaru.

Kepala Divisi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, Bambang Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa sebelumnya Gubernur Muhidin meminta bantuan tujuh helikopter kepada BNPB, yaitu lima helikopter pemadam kebakaran dan dua helikopter patroli.

“Respons dari BNPB sangat cepat. Kami diberikan bantuan dua helikopter patroli dan dua helikopter pemadam kebakaran hutan. Saat ini helikopter sedang bekerja memadamkan titik-titik api,” kata Humas Satgas Penanggulangan Siaga Karhutla Kalsel ini.

Kalsel mengumumkan status siaga kebakaran hutan dan lahan mulai tanggal 5 Agustus 2025 hingga 31 September 2025. “Seluruh wilayah di Kalsel berisiko terjadi kebakaran hutan dan lahan. Area yang paling penting kami pantau adalah Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru,” ujarnya.

Satu helikopter berhasil melakukan pemadaman kebakaran lahan di Martapura Barat, Kabupaten Banjar, pada hari Senin (18/8). Pemadaman dilakukan menggunakan helikopter MI-8T/RDPL-34194, yang memiliki kecepatan maksimum 100 knots, kemampuan terbang sekitar 4 jam, ketinggian maksimal 7.000 khaki dengan lima orang awak. Armada helikopter ini dikelola oleh PT Gunung Selatan. (Banjarmasinpost.co.ir/rizki fadillah)

Related posts