Kopassus, Kormar, Kopasgat Dibimbing Bintang Tiga, Kapuspen: Tunggu Bulan Depan

.CO.ID, JAKARTA — Markas Besar Angkatan Bersenjata Nasional (Mabes ABN) akan mengumumkan struktur baru dari tiga matra secara besar-besaran. Di antaranya, pengesahan lima komando daerah militer (kodam) baru, pembentukan komando daerah angkatan laut (kodaeral) sebagai pengganti pangkalan utama TNI AL (lantamal), serta peningkatan status landasan udara (lanud) dari tipe B menjadi A.

Selain itu, perubahan struktur organisasi Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Korps Marinir (Kormar), dan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) juga dilakukan. Sebelumnya dipimpin oleh perwira tinggi (pati) dengan bintang dua, kini berubah menjadi bintang tiga. Akibatnya, jabatan komandan berganti menjadi panglima.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi tidak membantah adanya perubahan dalam struktur TNI. Meskipun demikian, ia mengimbau agar menunggu pengumuman resmi yang akan diumumkan pada Agustus 2025. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa peluncuran struktur baru TNI akan dilakukan bersamaan dengan upacara tradisi kehormatan militer di Pusdiklatpassus Batujajar yang turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Ada rencana, kita tunggu saja. Ada beberapa kodam baru, lima kodam baru. Selanjutnya peningkatan status Kopasus, Marinir, dan Kopasgat. Pembentukan Kodaeral, kita tunggu tanggal pelaksanaannya. Ada beberapa peningkatan pangkat di Mabes TNI AD, AL, AU, kita tunggu bulan depan. Jika diberitahu sekarang tidak…surprise,” kata Kristomei saat diwawancarai.co.iddi Subden Mabes TNI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2025).

Kristomei memastikan bahwa perubahan struktur organisasi di TNI tidak menyebabkan penambahan jumlah personel. Menurutnya, penambahan personel dilakukan guna mendukung pembentukan 100 batalyon infanteri teritorial pembangunan (yonif TP) di seluruh Indonesia.

Sosok mantan Kadispenad tersebut menjelaskan, pembentukan Yonif TP memang ditujukan khusus untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. “Struktur baru ini tidak melibatkan penambahan personel. Penambahan hanya terjadi pada tingkat yon teritorial pembangunan, dengan dibentuknya 100 yon TP. Untuk mengawasi hal ini diperlukan sekitar 20 ribu prajurit dan 1.300 bintara,” kata Kristomei.

Related posts