Ada “Persekongkolan” Oknum Ketua dan Waka BAMUS Tarantang Harau.

oleh -

Limapuluh Kota. fokuskriminal.com- Ditenggarai Ketua Badan Musyawarah Nagari Tarantang Kec. Harau, Yusrizal. S.Pd, bersama dengan Wakilnya, Jazaan Aufa, berpotensi dijerat UU No.31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, karena diduga ada “Persekongkolan”, lakukan korupsi.

Pasalnya, berdasarkan Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Kementerian Desa, sesuai dengan Permendes Nomor 3 tahun 2015 tentang Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk Pendamping Desa, harus mentaati 11 poin etika profesi.

Satu diantaranya adalah dilarang terlibat kontrak dengan institusi lain, baik itu pemerintah maupun swasta yang dapat menyebabkan pekerjaan pendamping profesional tidak maksimal. Namun beda halnya yang dilakoni Jazaan Aufa, konon didukung Yusrizal.

Setidaknya mengutip laporan staf Satuan kerja (Satker) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumatera Barat, Cq.Tenaga Ahli (TA) PMD, Makhnius, diduga telah melaporkan setidaknya, 5 PDP (Pendamping Desa Pemberdayaan) dari 14 orang, 3 PDTI (Pendamping Desa Teknik Infrastruktur) dari 12 orang, serta 8 PLD (Pendamping Lokal Desa) dari 24 orang ditenggarai merangkap jabatan alias double job.