Raja Galian C Blitar (Kiwid), Seakan Tak Gentar Dengan Ancaman Hukuman, Terbukti Masih Eksis Buka!!!??

oleh -

Blitar, Fokuskriminal.com – Lokasi galian C yang diduga Ilegal yang berada di antara Desa Sumberagung Kecamatan Gandusari dan Desa Slorok Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar disepanjang aliran Kaliputih, “diduga” kuat tidak mematuhi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dalam Pasal 158.

Dijelaskan dalam UU No 4 Tahun 2009 Pasal 158 berbunyi “Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam pasal 37, pasal 40 ayat (3), pasal 48, pasal 67 ayat (1), pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).”

Saat awak media terjun kelokasi pada hari Senin 16/08/2021, masih terpantau terus beroperasi. Pertambangan Illegal berupa sirtu juga menggunakan alat berat Excavator dan terlihat beberapa truck yang terus menerus mengangkut material.

Menurut informasi salah satu pekerja tambang, pertambangan tersebut milik seorang yang bernama Kiwid. Pekerja juga menuturkan bahwa penjualan harga pasir rata-rata 500ribu sampai dengan 650ribu.

Parman (nama samaran) salah satu warga Sumberagung mengatakan, “Katanya sudah di tutup mas, tapi sekarang kok beroperasi kembali.” Ungkapnya.

Selain itu Parman juga menjelaskan, dengan adanya tambang mengakibatkan jalan jadi rusak, dikarenakan banyak truk bermuatan berat lewat, serta dampak debu yang di timbulkan dari lalu lalang truk truk tersebut, “apalagi ini juga musim pandemi covid mas, kita hanya orang kecil tidak berani menegur ataupun protes.”, begitu imbuh Parman ( bukan nama sebenarnya Red).

Sampai berita diturunkan, belum ada tindakan tegas atas kegiatan tambang pasir ilegal ini oleh Pihak Berwenang dan Dinas Terkait dan masyarakat luas berharap adanya keseriusan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menertibkan kegiatan tambang galian C “diduga” ilegal ini, supaya tidak tercipta opini yang beredar di masyarakat luas khususnya “terkesan” adanya pembiaran.***(Team)

No More Posts Available.

No more pages to load.