Keluarga Korban Pengeroyokan di Sumba Barat Daya Desak Polisi Bertindak Cepat: “Keadilan Ditunggu!”

{"source_type":"vicut","data":{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"16.8.1","enterFrom":"new_image","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"CM2DYWT9-O8O1-Z7ID-EU0M-KU4AVPC7CD93","pictureId":"CM2DYWT9-O8O1-Z7ID-EU0M-KU4AVPC7CD93","capability_name":"capcut_photo_editor"},"tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"16.8.1","enterFrom":"new_image","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"CM2DYWT9-O8O1-Z7ID-EU0M-KU4AVPC7CD93","pictureId":"CM2DYWT9-O8O1-Z7ID-EU0M-KU4AVPC7CD93","capability_name":"capcut_photo_editor"}"}

Sumba Barat Daya, NTT – Keluarga Fransiska Ra Gawi (alias Bunga), seorang perempuan yang meninggal dunia akibat dugaan pengeroyokan di Jl. Pantura, Desa Bila Cenge, Kec. Kodi Utara, Kab. Sumba Barat Daya, mendesak Polres Sumba Barat Daya untuk segera menuntaskan kasus ini. Keluarga menilai penanganan kasus ini berjalan lambat, hingga hari ke-12 sejak kejadian.

Peristiwa tragis ini terjadi pada tanggal 10 Februari 2026. Korban, Fransiska Ra Gawi, merupakan warga Desa Kadu Eta, Kecamatan Kodi Utara. Keluarga korban, melalui Kornelis Ndara Jappa (saudara kandung) dan Ruben Nomo (suami sekaligus pelapor), telah melaporkan kejadian ini ke Reskrim Polres Sumba Barat Daya.

Namun, hingga saat ini, keluarga merasa belum ada tindak lanjut nyata yang dirasakan di lapangan. Keluarga menduga ada beberapa orang yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut, dan telah memberikan informasi mengenai barang bukti berupa sebatang kayu Kasambi serta petunjuk lain yang diduga berkaitan dengan kejadian.

“Kami memohon agar Reskrim Polres Sumba Barat Daya segera bekerja maksimal, profesional, dan transparan dalam menangani kasus ini,” ujar Kornelis Ndara jappa (saudara korban) ]. “Kami juga meminta perhatian dan pengawasan dari Propam Polda NTT agar proses hukum berjalan adil dan cepat.”

Keluarga juga memohon perhatian dari Bupati Sumba Barat Daya, Ibu Ratu Wulla Talu, agar dapat memberikan perhatian secara institusional dari Polres Sumba Barat Daya. Selain itu, keluarga berharap agar media-media besar di NTT, Komnas Perlindungan Perempuan, serta Komnas HAM RI dapat memberikan pengawalan yang layak terhadap kasus ini.

“10 Februari – nyawa melayang, 12 hari berlalu – keadilan masih dinanti. Mohon publik, pemerintah, media, dan lembaga terkait bantu kawal kasus ini,” tegas [Kornelis Ndara Jappa selaku Keluarga Korban].

Jurnalist
Fransiska Tamo Ama, S.H, S.Ap

Related posts