Meulaboh(Aceh) fokuskriminal.Com.30/23
Suatu peristiwa terjadi Puluhan Gajah liar mengamuk di perkebunan warga di kawasan Desa Manjeng, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat ,mengakibatkan puluhan hektar perkebunan kelapa sawit menjadi rusak akibat diobrak-abrik oleh satwa gajah liar.
“kejadian saat ini kawanan gajah liar masih berada di lokasi perkebunan warga,untuk sementara warga sekitar masih kebingungan untuk mengatasinya, agar gajah liar tersebut tidak berada diperkebunan warga lagi,pintasnya”salah satu warga saat dikoonfirmasi oleh Tim fokuskriminal.com.melalui jaringan teleponnya, pada senin 30/01/2023,
” Keterangan” Ibnu saat Kejadian ini telah berlangsung sejak dua minggu terakhir. Sehingga gajah liar tersebut banyak merusak kebun sawit milik warga di daerah tersebut,semakin lama terus meluas.
Menurut” kata Ibnu, ada pihak dari CRU yang menanganinya dengan mengunakan bahan peledak mercon.
“Namun selang sekitar tiga hari kawanan gajah liar datang lagi mengobrak abrik perkebunan semua warga yang diperkirakan sekitar 13 ekor gajah liar,
“ setelah gajah liar tersebut datang lagi. Untul merusak pohon sawit tersebut semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat di daerah tersebut,” ucapnya “Ibnu.
Disamping itu telah merusak pohon sawit yang tidak bisa hidup lagi,karena bagian pucuk mudanya telah dimakan oleh gajah liar tersebut,
Kondisi sekarang ini juga membuat sebagian masyarakat tidak berani ke kebun sawit untuk melakukan aktivitas sehari-hari, karena takut menjadi korban amukan gajah liar,
“Dengan keberadaan gajah liar ini satu sebuah ancaman untuk masyarakat, karena masyarakat juga takut keselamatan jiwa. hingga tidak berani ke kebun untuk memetik hasil panen dan membersihkan lahan yang menjadi pekerjaan sehari-hari.
Masyarakat berharap kepada pihak terkait untuk dapat melakukan penanganan, sehingga sebagian kebun sawit yang masih utuh pohonnya bisa diselamatkan.
“Untuk Pencegahan tersebut perlu segera dilakukan, guna menyelamatkan tanaman perkebunan warga yang masih tersisa,Sebab jika terlambat semua pasti rusak tentunya masyarakat harus memulai kembali untuk menanamnya.
Masyarakat berharap kepada pemerintah atau pihak terkait dapat menyelamatkan perekonomian masyarakat, sebab pendapatan atau penghasilan masyarakat sebagian dari perkebunan kelapa sawit,” pungkas “Ibnu.,” kepada awak media,”
( Wan Atjeh)
Kaperwil Aceh





