Fokuskriminal.com,
Seorang oknum personel Polres Rokan Hilir (Rohil) diduga meninggal dunia di tempat hiburan malam, karena overdosis,Senin 5 februari 2024
Menurut informasi yang diperoleh fokuskriminal.com
personel tersebut disebut berpangkat Bripda.
Sementara itu, Kapolres Rohil, AKBP Andrian Pramudianto, meminta awak media untuk menunggu informasi tersebut lebih lengkap
Tunggu ya, nanti akan dijelaskan oleh orang lebih berkompeten,” tegas AKBP Andrian Pramudianto lewat telepon
WhatsApp
Senior Anggota res narkoba polres Rohil An.Nerto bersama dengan beberapa junior nya
Mendatangi kafe hiburan malam milik Aisyah, yang beralamat kan di ujung tanjung dekat simp mayat.
Saat itu mereka mengkonsumsi obat-obatan yg di dapat dari pemilik kafe.
Setelah mengkonsumsi salah satu anggota kepolisian res Rohil, Overdosis dan mengakibatkan kematian.
Saat ini pemilik kafe udh di tahan di polres Rohil dan beberapa anggota kepolisian res Rohil juga udh di amankan.
Dari keterangan Bid propam Polda Riau menahan dua personel Polres Rohil, berinisial Briptu SA dan Aipda NP, buntut tewasnya Briptu JD.
Informasi Kabid Propam Polda Riau Kombes Edwin Louis Sengka

mengatakan Briptu JD tewas overdosis dan saat ini dua seniornya sudah ditahan.
Keduanya menjalani penempatan khusus (patsus) sejak Minggu 28 Januari 2024.
Briptu SA dan Aipda NP adalah orang yang bersama-sama dengan Briptu JD pergi ke warung remang-remang tersebut.
“Dua seniornya sudah dipatsus sejak awal kasus kami tangani.
Jadi kami terima ada laporan, hari itu juga seniornya langsung kami amankan dan mengakui semuanya,” kata Edwin Selasa (6/2).
JD tewas setelah mengonsumsi sabu-sabu bersama dua seniornya Briptu SA dan Aipda NP di warung remang-remang yang berada di Rohil, pada Minggu (28/1/2024).
Dia sempat dibawa keluar dari warung remang-remang oleh dua seniornya karena sudah lemas.
Namun, di perjalanan ke rumah sakit, Briptu JD dinyatakan meninggal dunia.
Setelah menerima laporan kematian Briptu JD, Propam Polda Riau langsung bergerak dan melakukan pemeriksaan.
Setelah jenazah korban diautopsi, dokter Polisi menyatakan Briptu JD tewas karena overdosis amphetamine atau sabu-sabu.
“Benar, hasil itu diketahui setelah dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Polda Riau,” kata Kombes Edwin Selasa (6/2).
Edwin menyebut autopsi guna menemukan sebab pasti kematian korban.
Hasilnya matinya korban dari Kedokteran Forensik Biddokkes Polda Riau akibat intoksikasi zat met-amphetamine yang di konsumsi kurang dari 72 jam sebelum pemeriksaan.
Selain itu luka-luka yang ditemukan pada tubuh Briptu JD tidak signifikan menyebabkan kematian.
“Ada luka benar, tapi bukan penyebab dari kematian,” bebernya.
Pendapat pakar hukum pidana alumni Doktor Universitas Padjajaran Bandung, Dr. Yudi Krismen, S.H,. M.H

menanggapai adanya anggota Polri di Polres Rohil over dosis.
Adalah peristiwa memalukan yang terjadi di tubuh Polri khususnya Polres Rohil
Penegak hukum yang seharusnya melakukan penegakkan hukum malahan melakukan pelanggaran hukum dengan pesta Narkoba.
Mau dikemanakan muka pimpinan Polri khususnya Polda Riau sebagai tameng terdepan dalam pemberantasan peredaran gelap narkoba?
Dengan adanya kejadian ini, berarti sudah sejak lama pelanggaran ini dilakukan oleh anggota polri yang bebas dari pengawasan pimpinan
Perlu dipertanyakan juga pengawasan pimpinan Kapolres atas kejadian ini.
Karena tidak pernah dilakukan pengecekan oleh unit provos polres rohil sehingga sampai kebablasan yang akhirnya merenggut nyawa anggota polri remaja yang berpangkat masih Bripda
Admin , fokuskriminal.com





