Awas!!, Hati- Hati Banyak Perusahaan Gadai Tak Memiliki Izin Usaha Dari OJK

JAWA BARAT, ( Fokus Kriminal.com ) –  Aset masyarakat yang disimpan di perusahaan gadai swasta harus dilindungi, dengan cara semua perusahaan pergadaian mematuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.31/ 2016.

Beberapa point penting yang harus dipatuhi oleh usaha Pergadaian diantaranya, Setiap perusahaan gadai harus mendaftarkan dan mendapatkan izin usaha dari OJK, selain itu perusahaan gadai harus memiliki Equitas  sebesar 500 juta kalau mereka beroperasi di wilayah Kabupaten/ Kota, dan 2,5 Miliar untuk tingkat Propinsi, demikian ungkap,”

Kepala Departemen Pengawasan Industri  Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (INBK), Yusman Ketika dihubungi Fokus Kriminal, Via telp Selasa (9/10/2018).

Lebih lanjut menurut, Yusman Pihak OJK akan menggandeng pihak Kepolisian untuk menertibkan usaha Pergadaian yang tidak juga mengindahkan POJK No 31/2016, ini kita lakukan demi tegaknya hukum yang berkeadilan,” katanya.

Menurut penelusuran dan informasi yang berhasil dihimpun, bahkan perusahaan Pergadaian yang ada sebelum POJK di keluarkan di perbolehkan melakukan proses pendaftaran lebih dahulu selambat lambatnya dua tahun setelah POJK tersebut di terbitkan atau di undangkan yakni Tanggal 29 Juli 2018. Disamping itu juga POJK tersebut mengisyaratkan dari segi SDM setiap perusahaan pergadaian harus memiliki SDM yang profesional yakni juru taksir aset harus memiliki sertifikasi dan secara berkala memberikan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

Sementara itu, dari pantauan jurnalis Fokus Kriminal di Kota Bandung, banyak perusahaan pergadaian yang tidak terdaftar di OJK kebanyakan mereka hanya Berbadan Hukum yang terdaftar di Dinas Koperasi. Salah Satu Perusahaan pergadaian,”RGB” yang memiliki beberapa cabang di kota Bandung tidak tampak bahwa mereka memiliki Izin Usaha atau terdaftar di OJK, hal tersebut bisa dilihat dari pencantuman Badan Hukum yang di keluarkan oleh Dinas Koperasi di Logo usahanya, salah seorang petugas opersional di cabang Jl A.H Nasution yang bernama, Agung membenarkan bahwa,”RGB” baru memiliki izin dari Dinas Koperasi untuk OJK masih proses,” kilahnya.

Di tempat yang berbeda tepatnya di Jalan Rumah Sakit Ujung Berung Kota Bandung, perusahaan pergadaian serupa yakni, KSP (RA) juga tidak memiliki izin usaha dari OJK dan menurut penuturan,”Iyan petugas operasional di Cabang Jl Rumah Sakit Ujung Berung tidak menyangkal bahwa, KSP (RA) hanya memiliki izin dari Dinas Koperasi dan kalau OJK nya masih proses,”katanya. Pihak OJK Regional 2 ketika di temui Fokus Kriminal Selasa, (9/10/2018), hanya ditemui Kepala Sub Bagian Informasi dan

Dokumentasi ( Kasub InKodok) Iswahyudi, mengatakan Bapak Kepala OJK sedang mengadakan rapat dengan perwakilan Bank dan bisa disampaikan kesaya pertanyaanya, dan nanti diteruskan ke Kepala OJK,” ucap Yudi. Sampai berita ini diturunkan Kasub Inkodok masih berkoordinasi dengan tim di OJK terhadap Pertanyaan Fokus Kriminal. (Edi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *