“Diduga Seorang Oknum Staf Kecamatan Rawa Jitu Utara,, Serobot Lahan Warga”

oleh -

Mesuji fokuskriminal.com 16 April 2021. mantan sekertaris desa sidang bandar anom, Kecamatan rawa jitu Utara , kabupaten Mesuji,diduga melakukan penyerobotan lahan seorang warga,yang mana diduga berinisial,S” yang kini sudah menjadi pegawai di kecamatan rawa jitu utara,yang mana media menerima aduan dari seorang warga Hasanah binti (alm) janali kepada kepala desa sidang bandar Anom terkait tanah hak milik nya di kuasai oleh orang lain.

Hasanah mengadukan perihal tanah milik nya kepihak Kepala desa bahwa pada tahun 1997, Almarhum janali, merupakan ayah kandung dari Hasanah semasa hidupnya, memberikan sebidang tanah persawahan seluas tiga perempat hektar atau 7500 meter persegi melalui surat hibah, tertanggal
04 April tahun 1997 surat hibah di tanda tangani dan di cap stempel oleh Sudarto selaku kepala desa di masa tahun 1997. dan di saksikan oleh dua orang (alm) su,eb dan (alm) Sukandi ,Beserta sertifikat atas nama Janali ,Tanah tersebut terletak di desa sidang bandar Anom SK 17.

Namun karena Hasanah , termasuk dari keluarga kurang mampu , maka ia pun berangkat ke luar negri malaysia menjadi tenaga kerja wanita (TKW) sebagai pembantu tentu demi untuk mendapat kan modal hidup kedepannya, kemudian Dua tahun pulang, Hasanah berangkat lagi ke Hongkong hingga Hasanah habiskan waktu nya di luar negri menjadi se,orang tenaga kerja Indonesia (TKW). Sampai di tahun 2018 Akhir Hasanah binti Janali kembali pulang ke indonesia.

Hasanah pun bingung mendapati almari pakaian yg tempat menyimpan sertifikat sudah rusak. Dan sertipikat pun raib. Untung nya surat hibah pada saat Hasanah berangkat ke Hongkong terbawa dalam dompet. Lalu Hasanah pun pencari informasi terkait tanah nya. Hingga sampai tahun 2021 Hasanah mendengar bahwa tanah tersebut sudah dalam penguasaan orang lain, yaitu inisial W. Saat W di tanya terkait dengan tanah yang di garapnya, W ,mengaku membeli dari , U, yang ternyata adalah mertua dari, S.

Pada tanggal 13 Agustus semua yang berkaitan dengan tanah milik Hasanah pun di kumpulkan oleh kepala desa sidang bandar Anom. Untuk musyawarah terkait pengaduan dari Hasanah,ironisnya ,S, pada saat di minta tunjukan surat jual beli tanah tersebut S,menjawab,, Dulu ada kwitansinya dan sekarang hilang. Ketika saat di tanya siapa saksi waktu transaksinya ,S ,bilang saya sendiri,, katanya ..

(Tim fokrim Lampung)

No More Posts Available.

No more pages to load.