, , , , , ,

Waspada Modus Pecah Kaca! Tiga Minggu, Bobol Empat Mobil di Wilayah Kota Kediri

oleh -

Kediri, fokuskriminal.com – Sindikat pencuri dengan modus pecah kaca menyasar Kota Kediri. Dalam tiga minggu terakhir, ada empat kejadian dengan modus sama. Yang terbaru, Fadloly Iwa Kusuma, 38, menjadi korbannya pada Kamis (21/10/2021).

Pencurian dengan modus pecah kaca tersebut terjadi sekitar pukul 19.30. saat itu, Fadloly yang merupakan warga Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri tengah ngopi di Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Kediri.
Asyik ngobrol di warung kopi yang terletak di depan balai Kelurahan Ngronggo, Fadloly tidak menyadari ada pencuri yang menyasar mobil Toyota Fortuner bernopol B 2041 QY miliknya. Sekitar satu jam berada di warung kopi, Fadloly bermaksud pulang. “Korban kaget melihat kaca mobil depan sebelah kiri sudah pecah,” kata Kapolsek Kota Kompol Sugianto.

Saat diperiksa, satu unit Macbook Apple pro 521 yang ada di jok bagian tengah sudah raib. Akibat kehilangan laptop berwarna abu-abu itu, Fadloly merugi sekitar Rp 18 juta. “Sekarang (kemarin, Red) kami masih melakukan penyelidikan,” lanjut perwira dengan pangkat satu melati di pundak itu.
Untuk diketahui, selain satu kasus pencurian modus pecah kaca Kamis malam lalu, selama Oktober ini ada tiga kejadian lain dengan modus sama. Kasus yang ketiganya terjadi di wilayah Kecamatan Mojoroto itu juga selalu terjadi pada Kamis malam.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, pencurian dengan modus pecah kaca itu terjadi di Jl Kawi, Jl KH Agus Salim, serta pencurian di Jl Penanggungan yang menimpa Aldila Ratihadanti, 29. Mobil Honda Jazz bernopol AG 1131 B milik Dila yang diparkir di depan rumahnya Kelurahan Lirboyo, Mojoroto juga dipecah kacanya pada bagian kanan depan, Kamis (14/10) lalu.

Akibat peristiwa itu, satu unit tablet merk Samsung yang diletakkan di jok belakang raib. Dia pun merugi Rp 3 juta. “Saat itu korban sedang menghadiri acara tujuh hari meninggalnya saudara,” tutur Kapolsek Mojoroto Kompol Gatot Setyo Budi.

Hingga kemarin, polisi belum bisa mengungkap pelaku pencurian yang menyasar wilayah Kota Kediri sejak awal Oktober tersebut. Perwira dengan pangkat satu melati di pundak itu mengaku menghadapi kendala dalam pengungkapan. Yakni, minimnya data dan informasi yang didapat di tempat kejadian.
Meski ada closed circuit television (CCTv) di dekat lokasi, menurut Gatot jaraknya sangat jauh. Sehingga, tak bisa terlihat jelas gambarnya.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Kediri Kota Iptu Henry Mudi Yuwono menambahkan, kasus pencurian dengan modus pecah kaca kemungkinan dilakukan oleh sindikat yang sudah profesional. Untuk mengungkap kasusnya, menurut Henry dilakukan gabungan oleh Polres Kediri Kota dan polsek. “Kami koordinasi dengan satreskrim. Kalau polsek sendiri tidak mampu karena keterbatasan personel,” tandasnya. (ang)

No More Posts Available.

No more pages to load.