Dugaan Pungli di SMPN 5 Rengat, Berujung Pengancaman Pada Wartawati 

 

 

 

Indragiri Hulu ( Riau ) fokuskriminal.com. Bermula dari adanya keluhan beberapa wali murid SMP 5 Rengat kabupaten Indragiri hulu, terkait adanya pungutan untuk uang bangku dikarenakan di SMPN 5 Rengat banyak kekurangan bangku demi lancarnya proses belajar mengajar yang disampaikan oleh pihak sekolah kepada wali murid.

 

Bermula dari keluhan tersebut wartawati sekaligus owner kupaskabar.com mencoba mencari tau kebenaran apa yang disampaikan wali murid kepada beberapa awak media, untuk memastikan kalau pihak sekolah SMPN 5 Rengat benar benar memang memungut uang bangku kepada wali murid ,Mila mencoba mengkonfirmasi kepala dinas pendidikan kabupaten Indragiri hulu dengan menghubungi Kadisdik menggunakan telepon selulernya dan melakukan beberapa dialog dengan Kadisdik,Karuszaman selaku kepala dinas pendidikan mengatakan,akan menanyakan kepada kepala sekolah atas informasi tersebut,ucapnya.

 

Esok harinya ada panggilan no tidak dikenal Dan mengaku Intel,dan dari dialong tersebut pria yang menelepon,Mila dengan nada keras membentak dan mengatakan kepada Mila, kenapa menganggu sekolah itu?saya ni Intel,jangan macam-macam dengan saya yaa,dan Mila hanya menjawab,,,saya hanya menjalankan tugas saya sebagai jurnalis,jika tugas saya ada yang melanggar hukum,silahkan laporkan dan pangil saya secara resmi,jawab Mila,dan telepon pun tiba -tiba di matikan oleh Intel tersebut.

 

Kemudian Mila mencoba kembali menelpon Kadisdik,dan menanyakan hasil komfirmasi beliau ke pada kepala sekolah,dan Kadisdik pun mengatakan sudah komunikasi kepada kepala sekolah,dan memang benar ada arahan kepada wari murid melalui Komite untuk membeli bangku, Mila pun meminta no kepala sekolah kepada disdik.

 

Beberapa saat kemudian Mila mencoba menghubungi kepala sekolah melalui telepon selulernya ,dan kepala sekolah mengatakan,untuk membeli bangku,komite yang mengurus Bu,tapi tidak ada kutipan,bantah nya,kemudian Mila menyampaikan tentang seseorang yang mengancam Dan mengaku Intel,dan kepala sekolah menjawab,Intel itu anak saya,gak bermaksud mengancam,namun Mila mengatakan,saya hanya konfirmasi terkait info dugaan pungli yang terjadi disekolah ibu,tapi kok jadi bawa bawa intel,ucap Mila,namun kepala sekolah mengatakan alangkah baiknya,ada yang kesekolah,biar bisa lebih enak ngobrolnya,untuk mendapat kan kebenaran berita agar berimbang dan tidak menimbul kan Hoaks,Mila pun menyetujui untuk berkunjung kesekolah tersebut.

 

Namun hanya hitungan menit,kembali ada yang menelpon dengan no yang tidak di kenal,saya masih bilang hallo,ucap Mila,namun suara yang menelepon langsung bilang,haaaii jangan kau ganggu sekolah ini,jangan kau acak acak wilayah aku ,,aku ini wartawan PWI,kau jumpai aku,kutempeleng kepala kau nanti,habis kau ku buat nanti,jangan macam macam kau ya,ucap seseorang yang mengaku wartawan tersebut…Sangat disayangkan para oknum,penelpon tersebut saat Mila ingin menjelaskan selalu menutup telepon dengan tiba-tiba.

 

Sebagai wartawati Mila tidak bisa menerima perlakuan seorang anggota polisi dan oknum wartawan tersebut dan Mila akan melaporkan anggota polisi tersebut kepihak propam Polda Riau serta oknum wartawan kepihak polres Indragiri Hulu dikarenakan nomor nomor sipenelepon sudah disimpan nama nya juga sudah diketahui serta bukti bukti rekaman suara sudah salin ke file untuk dijadikan barang bukti,

 

Berdasarkan dari kejadian di atas sudah dipastikan kalau kepala sekolah SMP negeri 5 Rengat alergi terhadap wartawan dan diduga ada indikasi kalau pihak sekolah yang meminta kepada Intel dan wartawan untuk mengancam

 

Sampai berita ini ditayang kan,informasi terakhir,murid masih banyak yang belum masuk sekolah dikarenakan tidak ada bangku dan tidak mau belajar di lantai.(bersambung.tim)

 

post by Red

Related posts