Lintaskriminal.co.id -.CO.ID – JAKARTA.Beberapa bank besar di Indonesia terus meningkatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), mengingat KUR merupakan tugas pemerintah yang bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha dengan bantuan subsidi dan suku bunga yang murah.
Sebagai informasi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melaporkan bahwa penyaluran KUR hingga Juni 2025 telah mencapai Rp 131,84 triliun.
Angka ini mendekati 45% dari target keseluruhan sebesar Rp 300 triliun pada tahun ini. Dengan demikian, kuota KUR 2025 masih tersisa sekitar Rp 168 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), sebagai lembaga utama dalam pemberian pembiayaan KUR, melaporkan bahwa hingga bulan Juni 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 83,8 triliun. Jumlah kredit tersebut diberikan kepada lebih dari 1,8 juta nasabah.
Kepala Eksekutif BRI Hery Gunardi menyampaikan, jika angka tersebut merupakan bagian dari alokasi KUR tahun 2025 yang telah ditentukan pemerintah sebelumnya, di mana BRI mendapatkan kuota sebesar Rp 175 triliun.
Dengan demikian, kuota pembiayaan KUR di BRI yang belum cair adalah sebesar Rp 91,7 triliun.
“Maka nanti di paruh kedua tahun ini, angka Rp 175 triliun tersebut dapat kami capai agar bisa disalurkan kepada masyarakat yang memerlukan,” ujar Hery.
Dari segi sektor, sebagian besar penyaluran KUR BRI tetap fokus pada sektor-sektor yang produktif. Sektor pertanian mendapat alokasi terbesar, diikuti oleh sektor perdagangan yang berada di posisi kedua, kemudian disusul oleh sektor jasa masyarakat serta sektor industri.
Kemudian, PT Bank Mandiri Tbk (-I) juga menyatakan bahwa lebih dari 50% kredit UMKM yang diberikan pada tahun 2025 adalah KUR. Di mana KUR telah menjangkau lebih dari 170.000 nasabah sepanjang tahun ini.
Hingga bulan Mei 2025, saldo kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Bank Mandiri (hanya bank) mencapai Rp 137,7 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 9,24% secara tahunan (YoY).
Terdapat pula sebagian dari jumlah tersebut, yaitu sebesar Rp 69,2 triliun berupa kredit usaha rakyat (KUR), di mana penyaluran pembiayaan KUR meningkat sebesar 9,31% secara tahunan dibandingkan Mei 2024.
Bank Mandiri mencatat penyaluran KUR terbesar berada di sektor Perdagangan Besar & Eceran dengan jumlah kredit mencapai Rp 7,9 triliun, disusul oleh sektor Pertanian sebesar Rp 6,2 triliun, sektor Jasa Produksi sebesar Rp 4,3 triliun, serta sektor Industri Pengolahan dan lainnya dengan total Rp 1,8 triliun.
Selain itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dalam semester pertama tahun 2025 memberikan pembiayaan KUR sebesar total Rp 4,6 triliun. Dana tersebut dialokasikan kepada sekitar 20.000 pelaku usaha.
Jika dilihat lebih dalam, BNI telah mencatatkan total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari tahun 2007 hingga Juni 2025 sebesar Rp 195,6 triliun.
Pencapaian nilai akumulasi ini naik sebesar 5,8% secara tahunan (YoY) dibandingkan dengan akumulasi KUR pada bulan Juni 2024 lalu yang masih mencapai Rp 184,8 triliun.
Sementara itu, dari segi jumlah debitur, terjadi peningkatan dari 1,68 juta debitur yang terakumulasi pada Juni 2024 menjadi 1,73 juta debitur pada Juni 2025, atau meningkat sebesar 3,2% secara tahunan.
“Hal ini menunjukkan bahwa BNI terus memperluas kesempatan pembiayaan bagi pelaku UMKM secara inklusif dan berkelanjutan,” ujar Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan.
Selanjutnya, Putrama menjelaskan bahwa penyaluran KUR BNI mencakup berbagai sektor, mulai dari sektor perdagangan yang memiliki total kredit sebesar Rp 96,2 triliun dan disalurkan kepada 434.204 debitur.
Kemudian, sektor pertanian memiliki penyaluran kredit sebesar Rp 40,8 triliun kepada total 877.210 nasabah.
Diikuti oleh sektor jasa-jasa, dengan total kredit mencapai Rp 27,5 triliun yang diberikan kepada 137.313 debitur. Sektor industri pengolahan mendapat kredit sebesar Rp 12,4 triliun untuk 55.678 debitur. Tidak ketinggalan, sektor perikanan menerima kredit senilai Rp 2,5 triliun kepada 14.489 debitur.
Tidak ketinggalan, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyampaikan bahwa pihaknya selalu berkomitmen untuk ikut serta dalam penyaluran KUR.
Sampai bulan Juni 2025, BCA telah menyalurkan KUR sebesar Rp 335,99 miliar. Dengan demikian, pencapaian ini telah mencapai 37,33% dari total target penyaluran KUR sepanjang tahun 2025.
Wakil Direktur Komunikasi Perusahaan dan Tanggung Jawab Sosial BCA Hera F. Haryn mengatakan, BCA terus menyalurkan KUR secara hati-hati, dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian serta penerapan pengelolaan risiko yang ketat.
“Penyaluran KUR tanpa jaminan adalah bentuk usaha perusahaan dalam memberikan akses pembiayaan kepada pelaku usaha kecil dan menengah yang belum memiliki jaminan yang memadai. Perusahaan telah memiliki sistem pengelolaan risiko yang ketat, dalam menyalurkan KUR tanpa jaminan hingga mencapai Rp 100 juta,” ujar Hera.




