BYD Bangun Pabrik di Malaysia, Produksi Dimulai 2026

Lintaskriminal.co.id –IT Home melaporkan bahwa BYD telah mengumumkan rencana besar untuk pasar Malaysia. Pada acara peluncuran terbaru BYD Seal, perusahaan ini memastikan akan membangun pabrik perakitan (CKD) yang direncanakan mulai beroperasi secara resmi pada tahun 2026. IT Home menyampaikan bahwa BYD telah mengumumkan strategi penting untuk pasar Malaysia. Dalam konferensi peluncuran BYD Seal terbaru, perusahaan tersebut mengonfirmasi akan membangun pabrik perakitan (CKD) yang dijadwalkan mulai berproduksi secara resmi pada tahun 2026. IT Home melaporkan bahwa BYD telah mengumumkan rencana signifikan terkait pasar Malaysia. Dalam konferensi peluncuran BYD Seal terbaru, perusahaan ini mengonfirmasi akan membangun pabrik perakitan (CKD) yang direncanakan mulai beroperasi secara resmi pada tahun 2026.

Pengumuman ini dirilis bersamaan dengan dibukanya toko ke-36 BYD Wing Hin, sehingga jumlah gerai BYD dan Denza di Malaysia menjadi 43 unit.

Jeffrey Gan dari Sime Darby Motors, distributor utama BYD di Asia Tenggara, menyoroti prestasi merek tersebut. “BYD telah menjadi pemimpin pasar mobil listrik murni di Malaysia selama tiga tahun berurutan,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa peluncuran terbaru BYD Seal diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan di pasar. “Pembangunan pabrik perakitan ini juga menunjukkan komitmen jangka panjang BYD di Malaysia.”

Berdasarkan data yang diumumkan, kinerja global BYD pada Juli 2025 tergolong luar biasa. Perusahaan berhasil menjual sebanyak 344.296 unit kendaraan, termasuk 177.887 unit mobil listrik murni dan 163.143 unit mobil hybrid plug-in. Dari total penjualan tersebut, sebanyak 80.737 unit merupakan ekspor kendaraan berbasis energi baru.

Di sisi lain, TASS melaporkan bahwa Wakil Menteri Perhubungan Rusia, Vladimir Poteshkin, mengungkapkan tujuan yang tinggi bagi negaranya di bidang transportasi.

Ia mengatakan bahwa Kementerian Transportasi Rusia memperkirakan sekitar 50% sistem transportasi akan berjalan tanpa adanya pengemudi pada tahun 2050.

Poteshkin juga menyampaikan bahwa saat ini telah terdapat sekitar 90 unit truk pengangkut barang tanpa awak yang beroperasi di jalan tol Rusia, dengan total jarak tempuh gabungan yang telah melebihi 6 juta kilometer.

Untuk mencapai tujuan jangka panjang ini, Poteshkin menyampaikan bahwa Rusia sedang berupaya mencapai tingkat otonomi tertinggi, yaitu Level 5, di mana kendaraan dapat berjalan sepenuhnya tanpa campur tangan pengemudi.

Sebagai tindakan nyata, Rusia saat ini sedang menyusun kerangka hukum yang sesuai serta melakukan penyesuaian pada jaringan jalan yang ada guna mendukung operasional kendaraan otonom.

Related posts