BP2MI Batam Berhasil Menggagalkan dan Mendata 17 Orang CPMI di Bandara Hang Nadim

Batam ,fokuskriminal.com.-Kepala Badan perlindungan pekerja migran indonesia ( BP2MI ) Kepri Kombes Pol Amingga Primastito, S.I.K., kepala BP2MI Kepri terbukti
baru menjabat belum 30 hari telah memberikan kepercayaan tinggi masyarakat terhadap BP2MI di Kota Batam. Pada Rabu (7/9/2022).
Prestasi yang boleh diacungkan jempol dalam kurun waktu yang masih belum seumur jagung  terbukti dengan melakukan pengawasan ekstra ketat Calon Pekerja Migran Indonesia ( CPMI ) di Bandara Hang Nadim Batam berhasil digagalkan dan didata.
 Bukan hanya CPMI nya saja yang di proses, tapi semua yang berkaitan dengan proses yang mendatangkan CPMI ,calo atau perusahaan yang berkaitan langsung dengan TKI dan juga para CPMI baik yang datang dari berbagai penjuru di Indonesia, melalui  Batam.
Jangan sampai satupun ada yang di anak emaskan harus mengikuti prosedur hukum di Indonesia kata  Kepala BP2MI Kombes pol Amingga dalam penanganan Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) di Kota Batam.
Perlu di ketahui, maraknya CPMI yang masuk lewat Pelabuhan Batam Center menggunakan paspor pelancong,
menurut sumber yang tidak mau di sebutkan namanya kepada awak media ini mengatakan diduga salah satu tekong ber inisial HSP yang merupakan pemain besar memasukkan PMI ke Malaysia melalui Pelabuhan Batam Center yang sampai saat ini tidak pernah tersentuh hukum.
HSP sengaja mendatangkan pekerja migran (PMI ) dari berbagai  daerah di Indonesia  seperti dari pulau jawa dan daerah lainnya di Indonesia untuk diberangkatkan ke Malaysia,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Menurut sumber tersebut, HSP tak pernah tersentuh oleh hukum meskipun ada dugaan bisnis Human traficking CPMI dan ini sudah lama dilakukannya.
Terkait video penangkapan 17 orang di duga Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di pintu kedatangan Bandara Hang Nadim Batam yang di tangkap dan di data oleh petugas BP2MI Batam.
Menurut informasi yang di dapat diduga itu adalah orang Yang di rekrut melalui kaki tangan HSP,  semuanya itu dijanjikan untuk menjadi pembantu rumah tangga di Malaysia,” tutup sumber yang tidak mau dipublikasikan.
team fokrim Kepri & Red

Related posts