Pemkab Lambar Adakan Festival Pangan Lokal

oleh -

 

FokusKriminal.com,Lampung Barat Barat – Pemkab Lambar melalui Dinas Ketahanan Pangan bekerjasama dengan TP-PKK melaksanakan Festival Pangan Lokal B2SA (Beragam,bergizi,berimbang dan aman) Kabupate Lampung Barat tahun 2019 dalam rangka HUT Lambar ke 28 dibuka oleh Bupati H. Parosil mabsus dan pengguntingan pita oleh Ketua TP-PKK Partinia Parosil Mabsus di Aula Kagungan, Kamis (19/9/19).

Turut hadir Wakil Bupati Drs. H. Mad hasurin, Sekda Akmal Abd Nasir,SH., Forkopimda, Ketua TP-PKK Partinia Parosil Mabsus, Ketua GOW Gurti Mad hasnurin, Kepala OPD dan Peserta lomba.

Bupati mengatakan “Pemenuhan pangan sangat penting sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat terlebih untuk PKK dan kelompok wanita tani agar keluarga kita dapat mengkonsumsi makanan yang bergizi dan sehat,” ungkapnya.

Selanjutnya, diharapkan hasil dari festival ini akan dapat diaplikasikan secara permanen dan massal pada seluruh masyarakat lampung barat. maka dengan upaya yang dilaksanakan hari ini, kami berharap akan berdampak positif terhadap peningkatan jiwa kewirausahaan ibu-ibu PKK dan kwt, peningkatan kreatifitas dan inovasi, serta peningkatan nilai tambah produk pangan lokal Lampung barat, dan akhirnya akan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Kemudian, Ketua TP-PKK Mengajak seluruh tim PKK dan wanita tani untuk dapat memberikan ide ide untuk menciptakan menu yang memiliki keberagaman dan memiliki gizi selain itu menyampaikan kepada masyarakat untuk berinovasi menciptakan menu baru yang bergizi, dengan adanya kegiatan ini kita berharap ada kemajuan dengan ide ide baru yang tercipta jadi kegiatan ini bukan hanya memenuhi untuk menciptakan ekonomi sejahtera sehingga dapat mendukung program Lambar.

Kemudian, melalui festival ini diharapkan mampu menumbuhkan minat masyarakat untuk mengolah potensi bahan pangan lokal menjadi pangan yang sehat dan aman, dengan komposisi gizi yang seimbang. disamping pula untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan khususnya bagi kaum perempuan, memberikan nilai ekonomis dan nilai tambah pengolahan dan pemanfaatan produk pangan lokal yang berkelanjutan.