Polres Pangkalpinang Amankan Alat Berat Perusak Lokasi Lahan TPA Parit 6

oleh -

Pangkalpinang, FokusKriminal.com –
Alat berat Excavator merek Hitachi diamankan oleh tim gabungan Polres Pangkalpinang dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Pangkalpinang, Selasa (01/09/19)

Alat berat tersebut diamankan karena diduga sedang melakukan aktivitas dengan membuka lahan pertambangan di wilayah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Parit 6.

“Wilayah Kota Pangkalpinang tidak ada yang namanya pertambangan. Dengan demikian siapapun yang melakukan aktivitas pertambangan di wilayah Kota Pangkalpinang akan kita tertibkan,” kata Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Jadiman Sihotang

Lanjut dikatakannya, sebelum dilakukan pengamananan kita mendapat informasi langsung dari Sat Pol PP Kota Pangkalpinang bahwa ada alat berat di lokasi TPA Parit 6.

“Terkait laporan itu. Kita langsung menuju ke lokasi untuk memastikan keberadaan alat berat tersebut dan ternyata setelah kita tiba alat berat tersebut sudah bergeser dari lokasi semula,”ungkapnya

Dijelaskannya sebelum alat berat diamankan, tim dari Sat Pol Kota Pangkalpinang sudah menyita satu buah kunci alat berat.

“Sat Pol PP meminta bantuan kita untuk bersama sama berkoordinasi mengamankan alat berat yang beraktivas dilahan TPA Parit 6. Saat diamankan salah satu operator alat berat itu kabur entah kemana” jelasnya

Diketahui sebelumnya, lokasi TPA Parit 6 sudah berulang kali dilakukan penertiban oleh tim gabungan.

“Aktivitas tambang di sini (Parit 6) sudah berulang kali dilakukan penertiban. Kini para penambang kembali lagi melakukan aktivitas,” tuturnya

Terkait alat berat tersebut saat ini sudah diamankan di Polres Pangkalpinang,” Hingga kini kita masih menunggu pemilik alat berat untuk kita mintai keterangan.” pungkasnya

Sementara itu, Plt Kasat Pol PP Kota Pangkalpinang, Susanto menambahkan, Parit 6 tepatnya di lokasi TPA sekarang sudah hancur,”Aset yang dibuat oleh Pemkot sudah hancur, ” katanya

Begitu juga jarak lokasi pertambamgan dari bibir jalan kurang lebih 10 meter,”Ini hampir memakan jalan utama. Jika dibiarkan, aset kita tambah hancur begitu juga akses jalan bisa putus, ” tutupnya ( Sandi )