Ketua Forwaka Kejati Babel Jadi Markus, Penkum Harus Bertanggung Jawab

oleh -

PANGKAL PINANG – Sungguh ironis, di saat Pidsus Kejaksaan Tinggi (kejati) Bangka Belitung sedang bekerja keras menyelidik kasus korupsi di tubuh PT Timah berupa pembelian SHP Timah atau mineral ikutan kadar rendah, namun di sisi lain ada  beberapa anggota wartawan yang tergabung di dalam Forwaka Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung yang bermain mata dengan salah satu cukong timah yakni Agat yang sempat diperiksa oleh penyidik.

Tentu saja kondisi ini terus memicu keprihatinan tidak saja di kalangan internal Kejaksaan tetapi juga di kalangan publik.  Hal ini wajar karena Forwaka yang dibentuk sendiri oleh  Kejaksaan agar jadi garda terdepan dalam mendorong publikasi kinerja positif Kejaksaan justru terkesan telah mencoreng institusi Adhyaksa itu.

“Kalau sudah mencoreng wajah institusi, terlebih mencorengnya menerima sesuatu dari pihak yang diduga kuat terkait sebuah perkara korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan, seharusnya   Forwaka itu  segera dibubarkan minimal kepengurusan yang sekarang dibekukan,  Jangan lagi ada di dalam institusi kalau malah menjadi benalu serta perusak citra,” kata   Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK)   Bangka Belitung, Hadi Susilo, Selasa (19/05/2020).